JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Marzuki Alie menolak penilaian bahwa tokoh tua tidak layak untuk maju dalam Pemilu Presiden 2014. Menurut Marzuki, pembedaan berdasarkan umur adalah tindakan diskriminasi.
"Jangan bicara umur. (Pemimpin) China rata-rata di atas umur 60 tahun. Korea Selatan juga gitu. Mari kita tidak mendiskriminasi," kata Marzuki di Komplek DPR, Senin (19/12/2011).
Marzuki dimintai tanggapan pernyataan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais bahwa tokoh berumur di atas 60 tahun sebaiknya tak maju sebagai Capres. Menurut dia, tokoh tua hampir mustahil memenangkan Pemilu 2014 .
Menurut Marzuki, yang terpenting bagi seorang pemimpin adalah kapasitas, integritas, loyalitas kepada rakyat, dan disukai rakyat. "Biar rakyat yang menilai. Tidak bisa orang menilai," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.
Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim menilai senada, bahwa umur tidak penting dalam pencalonan Presiden. Bahkan, kata dia, hasil survei PPP baru-baru ini, Megawati Soekarno Putri yang berumur di atas 60 tahun masih menduduki posisi tertinggi dalam dukungan publik.
Nama lain, lanjut Lukman, yakni Prabowo Subianto. "Ada juga anak muda bukan orang parpol tapi akademisi. Dia punya dukungan lumayan sebagai kuda hitam. Kita tidak sebut siapa," kata Wakil Ketua MPR itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang