Waspada Sopir Tembak di Angkutan Umum!

Kompas.com - 20/12/2011, 00:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya kejahatan di dalam angkutan umum membuat masyarakat Jakarta harus lebih waspada dan berhati-hati memilih angkutan umum. Sebaiknya, ke depan, masyarakat tidak naik angkutan umum yang dikemudikan oleh sopir tanpa identitas dan seragam resmi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan, hal ini perlu dilakukan agar para sopir segera sadar dan cepat melengkapi atribut berupa seragam, Kartu Pengenal Pengemudi (KPP), dan Kartu Pengenal Anggota (KPA). Selain itu, dapat juga membantu proses penertiban angkutan umum yang tengah dilakukan pihaknya.

"Kami imbau masyarakat agar tak naik angkutan umum yang dikemudikan sopir tak berseragam karena sopir yang tidak berseragam ini kebanyakan pasti sopir tembak," kata Pristono, di Jakarta, Senin (19/12/2011).

Menurutnya, penertiban ini tidak dapat dilakukan oleh pihaknya saja. Bantuan dan kontrol dari masyarakat juga perlu dilakukan karena itu merupakan bentuk sanksi sosial untuk sopir tembak. Dengan demikian, tidak ada lagi keberadaan sopir tembak yang meresahkan masyarakat.

Nantinya, imbauan pada masyarakat agar tak memakai angkutan umum dengan sopir yang tak berseragam ini akan disosialisasikan pada tanggal 9 Januari 2012 mendatang. Ini bersamaan dengan diberlakukannya penertiban atribut angkutan umum dengan sanksi berupa pembekuan izin operasi.

"Kami akan buat spanduk-spanduk bertuliskan imbauan ke masyarakat agar tidak naik angkutan umum tanpa sopir berseragam, dan spanduk itu akan ditempel di terminal," tandas Pristono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau