JAKARTA, KOMPAS.com -- Tim riset Indosurya Securities memperkirakan pada Selasa (20/12/2011) ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 3.745 - 3.757 dan resistance 3.778 - 3.786.
IHSG membentuk hammer di mana sebelumnya membentuk big positive candle. Posisi candle sedikit di atas middle bollinger bands. MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit tertahan menuju area jenuh beli atau overbought.
Situasi bursa saham global yang belum kondusif bisa saja menahan laju kenaikan IHSG. Jikapun terjadi kenaikan maka tidak terlalu signifikan karena investor mungkin masih ragu terhadap kondisi bursa saham yang belum pasti.
Semalam bursa saham Eropa ditutup negatif, kecuali Perancis, Spanyol, Swiss, dan Portugal, yang dipicu kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global yang semakin meningkat. Hal itu ditambah dengan ancaman penurunan peringkat negara-negara Uni Eropa oleh lembaga pemeringkat dan pernyataan bahwa tidak ada solusi yang kuat dalam mengatasi krisis Uni Eropa.
Bursa saham Eropa pun merespon negatif perdagangan bursa saham Asia yang melemah setelah beredar kabar kematian pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il. Secara tidak langsung, berita kematian tersebut akan mendorong dollar AS lebih tinggi sehingga akan menaikkan minyak dunia di Asia dan menjadi mahal.
Penurunan juga dipicu sikap Presiden ECB, Mario Dragi, yang kembali mengingatkan potensi krisis di Uni Eropa dan adanya larangan bagi dirinya secara hukum untuk membeli obligasi Pemerintah negara-negara Eropa dan kabar gagalnya para Menteri Keuangan Eropa untuk menyepakati peningkatan plafon dana bersama untuk mengatasi krisis.
Bursa kawasan Amerika ditutup melemah, kecuali Chile dan Venezuela. Pergerakan ini dipicu penurunan saham-saham keuangan seperti Bank of America Corp, Morgan Stanley, dan JPMorgan Chase & Co. Serta beberapa emiten lain seperti Alcoa Inc, Hewlett Packard Co, dan Microsoft Corp. Investor kembali cemas bahwa pimpinan Eropa akan gagal dalam menemukan jalan keluar terkait krisis utang yang dihadapi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang