JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menilai ekspor tidak mungkin menyebabkan ekonomi Indonesia mengalami krisis seiring dengan belum pulihnya krisis utang Amerika Serikat dan Eropa.
Namun, patut diwaspadai melambatnya pertumbuhan ekonomi India dan China karena bisa berdampak pada derasnya produk ekspor kedua negara ke dalam pasar domestik Indonesia. "Nggak mungkin ekspor itu mengakibatkan kita krisis," terang Hatta, di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/12/2011).
Alasan pertama, kata dia, pangsa ekspor Indonesia terhadap PDB hanya sekitar 26 persen. Lebih kecil dibandingkan dengan Singapura yang sampai 200 persen dan Malaysia dengan 90 persen terhadap PDB-nya masing-masing. "Sehingga pukulannya tidak (besar ke ekonomi Indonesia). Dan tidak mungkin tiba-tiba ekspor kita hilang semua," tambah Hatta.
Sekalipun demikian, ia tidak menampik pasti ada pengaruh krisis global terhadap ekspor nasional. Namun, itu hanya beberapa bagian industri saja. "Ada beberapa yang mungkin (terkena imbas krisis global), itupun bisa kita kendalikan dengan memperluas jaringan dan market dalam negeri kita," terang dia.
Hal yang patut dikhawatirkan, kata Hatta, adalah kalau pertumbuhan ekonomi di China dan India turun. Karena kedua negara tersebut akan mengalihkan pangsa pasar produk ekspornya dari Amerika Serikat dan Eropa ke negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. "(Ini) yang saya wanti-wanti adalah jaga, jangan sampai domestik kita menjadi pasar (produk) luar," tegasnya.
Lantas, bukan juga masuknya produk-produk impor dari negara tersebut harus dilarang. Tetapi, ujarnya, bagaimana mengantisipasi adanya produk-produk seludupan yang jumlah cukup besar. "Dan, yang berbahaya lain adanya seludupan yang disinyalir 20-30 persen barang-barang terus mengalir (ke pasar domestik)," sebut Hatta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang