Jangan Sampai Indonesia Jadi Pasar Produk Luar

Kompas.com - 20/12/2011, 11:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menilai ekspor tidak mungkin menyebabkan ekonomi Indonesia mengalami krisis seiring dengan belum pulihnya krisis utang Amerika Serikat dan Eropa.

Namun, patut diwaspadai melambatnya pertumbuhan ekonomi India dan China karena bisa berdampak pada derasnya produk ekspor kedua negara ke dalam pasar domestik Indonesia. "Nggak mungkin ekspor itu mengakibatkan kita krisis," terang Hatta, di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/12/2011).

Alasan pertama, kata dia, pangsa ekspor Indonesia terhadap PDB hanya sekitar 26 persen. Lebih kecil dibandingkan dengan Singapura yang sampai 200 persen dan Malaysia dengan 90 persen terhadap PDB-nya masing-masing. "Sehingga pukulannya tidak (besar ke ekonomi Indonesia). Dan tidak mungkin tiba-tiba ekspor kita hilang semua," tambah Hatta.

Sekalipun demikian, ia tidak menampik pasti ada pengaruh krisis global terhadap ekspor nasional. Namun, itu hanya beberapa bagian industri saja. "Ada beberapa yang mungkin (terkena imbas krisis global), itupun bisa kita kendalikan dengan memperluas jaringan dan market dalam negeri kita," terang dia.

Hal yang patut dikhawatirkan, kata Hatta, adalah kalau pertumbuhan ekonomi di China dan India turun. Karena kedua negara tersebut akan mengalihkan pangsa pasar produk ekspornya dari Amerika Serikat dan Eropa ke negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. "(Ini) yang saya wanti-wanti adalah jaga, jangan sampai domestik kita menjadi pasar (produk) luar," tegasnya.

Lantas, bukan juga masuknya produk-produk impor dari negara tersebut harus dilarang. Tetapi, ujarnya, bagaimana mengantisipasi adanya produk-produk seludupan yang jumlah cukup besar. "Dan, yang berbahaya lain adanya seludupan yang disinyalir 20-30 persen barang-barang terus mengalir (ke pasar domestik)," sebut Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau