Kelompok Punk Unjuk Rasa di KJRI San Francisco

Kompas.com - 20/12/2011, 13:01 WIB

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Terpicu oleh berita penanganan anak-anak muda punk yang ditangkap dan digunduli oleh polisi syari'ah di Banda Aceh, 10 Desember lalu, sekelompok pemuda punk berunjuk rasa di depan kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco, Amerika Serikat, Senin (19/12/2011) petang waktu setempat atau Selasa (20/12/2011) pagi WIB. Aksi solidaritas berlangsung damai selama hampir dua jam.

Menurut Konsul Jenderal RI di San Francisco Asianto Sinambela, sekitar 18 *punkers*—julukan untuk kelompok punk itu—petang itu berjalan mondar-mandir di luar halaman KJRI dengan membawa sejumlah poster kecil yang berisi kecaman terhadap tindakan aparat keamanan terhadap 65 *punkers*di Banda Aceh. Para punkers datang dengan dandanan khas mereka seperti rambut model mohawk dan pakaian hitam penuh dengan kancing semacam paku.

"Aksi mereka damai. Tidak meneriakkan yel sama sekali dan tidak merusak. Mereka juga tidak menuntut untuk bertemu dengan staf atau pejabat KJRI. Mereka hanya mengungkapkan solidaritas dan keprihatinan saja," kata Asianto, Selasa  dari San Francisco, AS, seperti dilaporkan wartawati Kompas Sri Fitrisia M.

Aksi unjuk rasa yang berawal menjelang pukul 17.00 berakhir pada pukul 19.00, bahkan sebelum polisi setempat datang. 

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau