Tidur Lebih Lelap Berkat Jus Ceri

Kompas.com - 20/12/2011, 16:58 WIB

KOMPAS.com - Hampir semua orang pernah mengalami saat-saat di mana sangat sulit untuk tidur di malam hari. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis biasanya akan diperlukan. Tapi kini, Anda tidak perlu khawatir dan tidak perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk dapat beristirahat dan memejamkan mata.

Ada cara mudah dan alami untuk bisa membantu tidur lebih lelap yakni dengan meminum jus ceri. Penelitian mengindikasikan bahwa dengan rutin meminum jus ceri setiap hari terbukti dapat membantu mengatasi masalah gangguan tidur.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa buah ceri dapat membantu produksi hormon yang disebut melatonin - hormon alami yang membantu tidur lebih nyenyak.  Para ilmuwan dari University of Rochester Medical Center misalnya melakukan riset untuk menguji manfaat jus buah ceri dan kuet tart ceri dalam meningkatkan melatonin.  Penelitian mereka pernah diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food.

Riset serupa juga pernah dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Texas Health Science Center di San Antonio.  Penelitian yang dipublikasikan dalam "Journal of Agricultural and Food Chemistry" pada October 2001 itu menyatakan bahwa ceri mengandung melatonin yang lebih tinggi sehingga dapat membantu tidur lebih nyenyak.

Melatonin diproduksi oleh kelenjar pineal yang terletak di dasar otak. Kelenjar ini umumnya akan lebih aktif ketika malam hari. Melatonin mengandung antioksidan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan waktu tidur dalam jumlah yang signifikan dan cukup untuk memberikan efek positif bagi tubuh.

Selain membantu tidur lebih lelap, hormon ini juga mempunyai fungsi ajaib, di mana berperan dalam menjalankan fungsi penting seperti menghancurkan radikal bebas dalam tubuh yang menyebabkan penuaan.

Selain ceri, Anda juga dapat memilih beberapa alternatif makanan lain yang juga mempunyai peran besar dalam peningkatan produksi hormon melatonin seperti misalnya almond, kacang, susu dan daging ayam. Di Amerika Serikat, melatonin dinyatakan aman dan dijual sebagai suplemen makanan.

Jika Anda ingi mencoba memanfaatkan jus ceri sebagai minuman alami pembantu tidur nyenyak, ada baiknya mengikuti langkah-langkah berikut ini:

- Cobalah minum dalam beberapa dosis berbeda.  Dalam penelitian para ahli di University of Rochester Medical Center, relawan meminum 8 ounce (sekitar 240 ml) jus pada pagi hari dan kemudian  porsi yang sama dua jam sebelum tidur. Anda bisa mencoba porsi yang lebih rendah atau lebih tinggi, atau jumlah yang mendekati sebelum jam tidur.

- Kombinasikan.  Jus ceri juga dapat dikombinasi dengan bahan-bahan alami lainnya seperti jus valerian atau herbal lain yang dapat meningkatkan melatonin.

- Konsultasikan. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan  dokter jika Anda ingin menambahkan suplemen herbal dalam minuman jus ceri, terutama jika Anda sedang dalam perawatan atau mengonsumsi obat-obat resep.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau