Pasar saham

Setelah Hijau Sendirian, IHSG Akhirnya Melemah

Kompas.com - 20/12/2011, 18:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Setelah kemarin menjadi satu-satunya indeks yang bertahan hijau di kawasan Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya melorot 17 poin pada perdagangan Selasa (20/12/2011). Hampir seluruh sektor melemah, kecuali pertanian dan keuangan.

Saham yang jadi pendorong bursa hari ini antara lain adalah Bank BRI (BBRI), BBCA (Bank BCA), dan GIAA (Garuda Indonesia).

Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah 17,9 poin atau 0,48 persen menjadi 3.752,338. Indeks LQ 45 turun 3,012 poin atau 0,46 persen menjadi 662,022. Adapun indeks Kompas100 turun 3,51 poin 850,71.

Para investor asing masih mencatatkan pembelian bersih walaupun jumlahnya semakin tipis dibandingkan dengan hari sebelumnya. Hari ini, para investor asing menanamkan sahamnya sebesar Rp 102 miliar.

Sementara itu, pasar Asia ditutup beragam setelah kemarin agak terguncang karena berita kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong Il. Kisah krisis Eropa juga masih menghantui pasar Asia. Indeks Seoul yang kemarin turun 3,4 persen hari ini menguat tipis 0,91 persen menjadi 1.793,06. Indeks Tokyo naik 0,49 persen menjadi 8.336,48. Sementara indeks Shanghai melemah 0,10 persen.

Indeks di Eropa naik tipis pada pembukaan perdagangan. FTSEEurofirst 300 yang memuat 300 saham unggulan di Eropa naik 0,5 persen. Dalam dua pekan terakhir, indeks ini sudah turun 4,3 persen.

Sementara indeks yang berisi saham blue chip di kawasan zona euro, Euro STOXX 50 naik 0,8 persen, setelah turun 9 persen hanya dalam dua pekan. Data terbaru dari Jerman memperlihatkan sentimen bisnis menguat tajam pada Desember.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau