Transisi OJK, BI Minta 10 Isu Diperhatikan

Kompas.com - 21/12/2011, 13:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia atau BI meminta seluruh pihak lebih memperhatikan pada sepuluh isu pengalihan pengawasan bank dari bank sentral ke Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

BI sendiri sudah membentuk dua tim untuk mempersiapkan setiap kondisi yang perlu diantisipasi pasca pembentukan OJK. Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Rabu (22/12/2011).

Menurut Muliaman, kesepuluh isu krusial yang perlu diperhatikan tersebut adalah pertama, penyamaan persepsi dan visi amanat Undang-undang Nomor 21 tahun 2011 tentang OJK. Ini penting kalau dimandatkan BI berwenang di sektor makro, bagaimana pembagian wilayahnya. Kedua, struktur organisasi OJK, harus dipastikan agar peralihannya lembut tanpa ada perusakan pada sistem keuangan yang sudah ada.

Ketiga, kebijakan dan implementasi penugasan serta pengalihan telah menimbulkan banyak pertanyaan. "Termasuk isu tentang nasib saya sendiri ke depan. Ini isu sentral dan menyangkut manusia, sehingga jangan sampai diremehkan dan jangan didzalimi, harus jelas, dan tidak mengubah motivasi dan semangat agar masa transisi lebih jelas," tuturnya.

Keempat, manajemen sumber daya manusia harus memperhatikan kualifikasi pegawai, penetapan karir, gaji, fasilitas, dan budaya kerja.

Kelima, penggunaan aset dan sarana BI dalam jangka waktu tertentu. Keenam, kepemilikan cakupan dan periode dokumen yang akan dialihkan. Bagaimana penyerahannya agar catatan dan rekaman lama tidak bocor.

Ketujuh, Kelancaran tugas dimasa transisi (pengeluaran ketentuan baru) jangan merusak sistem keuangan. Kedelapan, kebutuhan data atau informasi harus lebih detail karena akan ada keterkaitan antara data OJK, BIN dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kesembilan, pola pembagian data. Kesepuluh, akuntabilitas dalam pengelolaan informasi bersama dalam menjaga kerahasiaan informasi.

"Ke depan, BI harus mampu melakukan stress testing perbankan. Jadi kapasitas surveillance (pengawasan) di BI menjadi agenda terpenting, terutama dalam peningkatakan kapasitasnya, lebih ke teknis ekonomi. Akan ada pemeriksaan bank dalam rangka surveillance," tutur Muliaman. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau