Sertifikasi

Perwakilan Guru Mengadu ke Jakarta

Kompas.com - 21/12/2011, 13:54 WIB

MADIUN, KOMPAS.com — Puluhan guru yang mewakili ribuan guru di 10 kabupaten/kota di Jawa Timur, Rabu (21/12/2011), berangkat ke Jakarta. Mereka berencana mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempertanyakan perihal sertifikasi guru. Sepuluh kabupaten/kota itu yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Malang, Pasuruan, Trenggalek, Blitar, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Magetan Toyib mengatakan, sebanyak 11.000 guru beberapa waktu lalu mengikuti ujian sertifikasi. Ribuan guru tidak lulus dalam ujian itu. Rata-rata yang tidak lulus itu adalah guru Bahasa Inggris dan guru kelas yang usianya di atas 50 tahun.

Di Kabupaten Magetan, misalnya, terdapat 82 guru yang tidak lulus dari 197 guru yang ikut ujian. Adapun di Kabupaten Madiun, 64 guru dari 152 guru yang tidak lulus.

"Kami akan mempertanyakan mekanisme penilaiannya karena menurut kami banyak kejanggalan. Kedua, kami menuntut agar sistem penilaiannya ditinjau ulang, kemudian dilakukan ujian ulang dengan penilaian yang lebih baik," tutur Ketua Bidang Advokasi dan Perlindungan Hukum PGRI Kabupaten Madiun Harsono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau