JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengharapkan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diisi orang-orang terbaik dalam bidang jasa keuangan di Indonesia.
"Dewan Komisioner harus dapat dipilih, terpilih, tentu seperti yang digariskan (yakni) memiliki integritas yang prima, harus profesional, dan yang paling penting harus memiliki rekam jejak atau track record yang tidak cacat," ujar Agus dalam Seminar Nasional Otoritas Jasa Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/12/2011).
Menurut Agus, ini menjadi penting demi mengantisipasi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang tidak dalam arti yang benar. Dari tes semacam itu, terang dia, anggota Dewan Komisioner bisa terpilih orang hanya pandai berbicara dan berorasi. "(Dan) belum tentu pandai dalam melaksanakan fungsinya," ujar Agus.
Hal penting lainnya adalah setiap anggota dewan juga harus dilihat rekam jejaknya. Harapannya, sembilan kursi anggota Dewan Komisioner OJK bisa diisi orang-orang yang kredibel, memiliki integritas yang tinggi, berkompetensi yang baik, dan profesional. "Dan, tidak mempunyai agenda-agenda tertentu," ujar Agus.
Agus menyebutkan, pemilihan anggota Dewan Komisioner akan melibatkan presiden, pemerintah, dan DPR. Proses perekrutan ini pun dibuka secara umum dan transparan melalui panitia seleksi yang dibentuk presiden demi meningkatkan akuntabilitas dan peran aktif masyarakat.
Untuk diketahui, sembilan anggota Dewan Komisioner OJK terdiri atas:
1. Ketua merangkap anggota
2. Wakil ketua sebagai ketua komite etik merangkap anggota
3. Kepala eksekutif pengawas perbankan merangkap anggota
4. Kepala eksekutif pengawas pasar modal merangkap anggota
5. Kepala eksekutif pengawas perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya merangkap anggota
6. Seorang ketua dewan audit merangkap anggota
7. Seorang anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen
8. Seorang anggota ex-officio dari Bank Indonesia
9. Seorang anggota ex-officio dari Kementerian Keuangan
Semua anggota tersebut bersifat kolektif kolegial dan memiliki hak suara yang sama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang