Koalisi dengan PDI-P, Ini Jawaban Ical

Kompas.com - 21/12/2011, 15:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Taufik Kiemas, menyebut kemungkinan PDI-P akan berkoalisi dengan Partai Golkar. Koalisi itu, menurut Taufik, diperlukan untuk memenangi pemilu presiden tahun 2014.

Bagaimana tanggapan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical? Tanpa menyebut PDI-P, Ical mengatakan, Partai Golkar siap berkoalisi dengan semua partai politik (parpol).

"Partai Golkar menyambut koalisi dengan semua partai. Siapa saja yang mau bergabung dengan Golkar, kami akan menyambut dengan baik sehingga kita bisa membangun negara ke depan. Yang penting platformnya sama," kata Ical.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, koalisi Partai Golkar dengan PDI-P sangat terbuka. Pasalnya, kata dia, sudah ada pengalaman koalisi di antara kedua parpol ketika pemilu presiden tahun 2004.

"Calon kami waktu itu, Pak Wiranto, tidak bisa masuk dalam putaran kedua (pilpres). Maka, kita beri dukungan kepada Ibu Megawati. Ke depan bukan tidak mungkin hal yang sama terjadi. Bisa juga, terbuka koalisi dengan partai lain, misalnya dengan Partai Demokrat," kata Akbar.

Akbar mengatakan, banyak kesamaan antara platform Golkar dan PDI-P, seperti partai yang terbuka bagi siapa saja, yang berkomitmen kebangsaan dan kesejahteraan rakyat, serta menghormati kemajemukan. "Banyaklah kesamaan. Jadi, peluang koalisi cukup terbuka," kata dia.

Meski demikian, lanjut Akbar, keputusan koalisi tentunya terlebih dulu melihat hasil pemilu legislatif (pileg). Jika hasil pileg cukup signifikan, ucap dia, bukan tidak mungkin Golkar maju sendiri dalam pilpres. "Tapi kalau dukungan suara tidak cukup signifikan, tentu partai akan cari partner," pungkas Akbar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau