Taman laut

Hentikan Konflik Pengelolaan Bunaken

Kompas.com - 22/12/2011, 03:19 WIB

Manado, Kompas - Konflik institusi dalam pengelolaan taman nasional laut Bunaken dari sejumlah pemangku kepentingan semestinya dihentikan dalam mendongkrak kegiatan pariwisata di kawasan itu. Bahkan, konflik institusi pengelola itu telah menyeret Bunaken yang menjadi ikon wisata bahari Sulawesi Utara pada titik terendah.

Hal itu dikatakan pengamat pariwisata, Alex Wowor dan Jerry Tambun, di Manado, Selasa (20/12). Saat ini ada empat institusi ”berebut’ mengelola Bunaken, yakni Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kota Manado, Dewan Taman Nasional Bunaken, dan Kementerian Kehutanan yang mengelola kawasan konservasi.

Menurut Jerry Tambun, kawasan konservasi taman nasional Bunaken seluas 80.000 hektar melintas lima kabupaten, sementara Pemerintah Kota Manado merasa berwenang mengelola Bunaken berdasarkan administrasi pemerintahan. Hal sama dilakukan Dewan Taman Laut Nasional Bunaken yang memungut tarif masuk wisatawan asing senilai Rp 150.000 per orang.

Menurut Alex Wowor, konflik pengelolaan Bunaken harus dihentikan dan perlu adanya komitmen pemangku kepentingan memajukan Bunaken. ”Bunaken saat ini terus tenggelam jauh dari ingar-bingar pariwisata. Kondisi ini harus dibenahi,” ujarnya.

Gubernur Sulut SH Sarundajang mengakui, banyaknya pihak mengelola Bunaken membuat pemerintah provinsi gamang. Misalnya, membangun talut penahan ombak di pesisir pantai Bunaken harus izin Kementerian Kehutanan. ”Kami takut melanggar aturan, apabila memang bukan kewenangan kami,” katanya.

Bunaken memiliki banyak keunggulan. Salah satunya memiliki dinding koral panjang dan goa penyelaman di bawah laut. Di sana juga ada banyak spesies ikan langka berwarna-warni. (zal)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau