Batasi Konsumsi Obat Flu Saat Hamil

Kompas.com - 22/12/2011, 10:36 WIB

Kompas.com - Selama kehamilan seorang calon ibu memang sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat, termasuk obat bebas. Salah satu obat yang harus dibatasi adalah obat flu dan batuk.

Para peneliti mengingatkan beberapa jenis obat flu dan batuk mungkin mengandung zat-zat berbahaya yang berpotensi membahayakan pertumbuhan janin. Selain itu belum ada riset yang secara akurat menyatakan keamanan obat-obatan flu pada ibu hamil.

Yang terbaik memang berkonsultasi kepada dokter untuk menentukan obat mana yang aman dikonsumsi ibu hamil. Panduan berikut mungkin bisa membantu Anda sebelum mengonsumsi obat flu.

- Batasi seminimal mungkin

Obat-obatan flu dan batuk yang dijual bebas mengandung sedikitnya enam jenis zat kimia untuk mengatasi berbagai gejala influenza, misalnya batuk, pilek, atau sakit kepala. Bila memungkinkan pilihlah obat yang mengandung zat aktif yang spesifik dengan keluhan yang diderita.

- Waspadai obat dekongestan

Konsumsi obat pelega hidung (dekongestan) yang diminum pada tri semester pertama kehamilan sebaiknya dihindari. Penelitian menunjukkan obat ini meningkatkan risiko cacat bawaan pada janin. Sebagai alternatif gunakan obat tetes atau spray di saluran napas.

- Herbal tak selalu aman

Saat ini cukup banyak obat yang mengandung bahan herbal. Meski berbahan herbal belum tentu bahan ini aman untuk kehamilan karena obat-obatan tersebut pada umumnya belum diteliti secara ilmiah.

- Pilih obat yang bebas alkohol

Dalam memilih obat batuk sebaiknya cari obat yang tidak mengandung alkohol.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau