Pemerintah Godok Metode Pembatasan BBM Bersubsidi

Kompas.com - 22/12/2011, 12:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tampaknya pasti akan melakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Saat ini, pemerintah tengah melakukan pembahasan metode pembatasan yang rencananya akan dilakukan tahun depan.

"Itu (pembatasan ada) di dalam UU APBN kita 2012. Sebenarnya sejak tahun 2011 sudah diamanatkan untuk melakukan pembatasan agar kuota 40,49 juta kiloliter itu tidak terlampaui," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, di sela-sela kunjungannya ke Gudang Badan Urusan Logistik Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (22/12/2011).

Hatta menyebutkan, tahun ini saja kuota tersebut sudah terlampaui. Akibatnya, pemerintah harus menambah anggaran BBM bersubsidi menjadi Rp 160 triliun. Dengan kata lain, ada pembengkakan anggaran sebesar Rp 30,3 triliun untuk tahun ini.

Tahun depan, ia pun memperkirakan kuota bisa terlewati kembali seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan jumlah kendaraan. "Di tahun 2011 melampaui kuota apalagi di tahun 2012 dengan (proyeksi) pertumbuhan kita yang 6,7 persen (tahun depan) dan transportasi yang meningkat maka dipastikan kalau tidak ada pembatasan maka kuota 40,49 juta kiloliter akan terlampaui," tegas Hatta.

Oleh sebab itu, sesuai dengan amanat APBN, pemerintah akan melakukan pembatasan. Sekarang ini, terang Hatta, sedang dirumuskan menggunakan metode apa. Metode yang sudah diujicobakan hingga saat ini adalah sistem pengendalian menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) pada kendaraan angkutan umum. "Jadi kita harus disiplin agar kuota kita itu tidak melampaui supaya dana kita itu bisa kita dorong untuk (hal lainnya)," ujar Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau