Tidak Mudah, Penerapan Area Khusus Wanita Transjakarta

Kompas.com - 22/12/2011, 13:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, M. Akbar, mengakui, penerapan area khusus wanita ini bukan merupakan perkara mudah. Kebijakan ini sempat terbentur sejumlah kesulitan.

"Awalnya, kami memang kesulitan untuk menerapkan area khusus wanita ini di bus Transjakarta," kata Akbar dalam peluncuran Area Khusus Wanita di Halte Sarinah, Jakarta, Kamis (22/12/2011).

Namun setelah melakukan survei kepada warga Jakarta khususnya penumpang Transjakarta yang wanita, pihaknya optimistis untuk melakukan penerapan kebijakan ini.  Sebab, berdasarkan survei tersebut, sebagian besar penumpang wanita menyambut baik pemberlakuan kebijakan tersebut.

"Contohnya, saya pernah bertanya wartawan perempuan yang mewawancara saya. Waktu itu ada enam orang. Saat saya tanya tentang area khusus wanita, mereka semua setuju," ujar Akbar.

Ia menjelaskan, kesulitan awal penerapan area khusus ini karena tidak memungkinkan untuk menyediakan bus khusus. Karena itu, pola pemisahan dalam bus yang dipilih sebagai cara untuk menerapkan kebijakan area khusus wanita ini.

Pembagian di dalam bus ini juga tidak mudah jika diterapkan saat jam-jam padat dan pada bus tunggal. Karena itu, pola ini menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang di dalam bus saat beroperasi.

Jika tidak memungkinkan maka petugas yang seharusnya memberi arahan pemisahan di dalam bus, tidak akan melakukan hal tersebut. "Pemisahan dalam bus itu situasional. Tapi sebenarnya lebih mudah dengan bus gandeng seperti yang di koridor IX dan koridor X," jelas Akbar.

Ia menuturkan, pola ini rencananya akan terus dilanjutkan sambil memperbaiki pelayanan Transjakarta pada tiap koridor. Karena penerapan area khusus ini dinilai dapat menekan angka pelecehan seksual yang terjadi di dalam bus Transjakarta. "Sepanjang tahun ini ada delapan kejadian. Saya berharap tahun depan bisa tidak ada sama sekali," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau