Pentingnya Berkumur Setelah Muntah pada Ibu Hamil

Kompas.com - 22/12/2011, 15:15 WIB

KOMPAS.com - Kebersihan dan kesehatan mulut dan gigi wajib dimiliki setiap orang. Namun bagi ibu hamil, kesehatan gigi dan mulut adalah mutlak, agar terhindar dari infeksi mulut dan gigi yang dapat menimbulkan risiko kehamilan.

Dokter spesialis gigi, drg Noor Finda Finari dari RSIA Hermina Bogor mengungkapkan hasil penelitian menunjukkan 77 persen ibu dengan kelahiran bayi prematur atau berat bayi lahir rendah, mengalami infeksi gigi dan mulut. Penyebab lahir prematur atau berat bayi lahir rendah memang beragam, namun penelitian ini menunjukkan, kelahiran prematur juga dipengaruhi kondisi ibu yang mengalami masalah mulut dan gigi.

"Masalah mulut dan gigi pada ibu hamil kebanyakan radang gusi dan keluhan mengenai lubang gigi. Untuk mengatasinya bisa dengan tindakan pembersihan karang gigi atau penambalan yang masih boleh untuk kondisi ibu hamil," jelas Finda kepada Kompas Female di sela talkshow bertema "Supermom" diadakan komunitas Bundagaul di FX Jakarta, Kamis (22/12/2011).

Berkumur setelah muntah

Masalah infeksi mulut dan gigi pada ibu hamil sebenarnya dapat dihindari dengan kebiasaan baik merawat gigi prakehamilan, juga saat hamil. Cara sederhananya adalah dengan selalu menjaga tingkat keasaman mulut, terutama saat hamil.

"Cara menjaga tingkat keasaman mulut dan gigi sebenarnya sederhana saja dengan berkumur menggunakan air, menjalani kebiasaan banyak minum air putih, selain tentunya kebiasaan menyikat gigi secara teratur," jelas Finda.

Berkumur menjadi penting, apalagi pada ibu hamil di trimester pertama yang seringkali mengalami muntah. Sisa muntahan di mulut ini jika tak dibersihkan dengan baik akan menyebabkan infeksi. Kondisi mulut yang asam akibat sering muntah-muntah juga bisa menyebabkan lubang gigi.

"Kondisi asam menyebabkan mineral gigi larut dan menimbulkan lubang gigi. Ibu hamil perlu menjaga agar kondisi asam pada mulut tak terlalu lama, caranya dengan menetralisasi kondisi asam di mulut dengan minum air putih dan berkumur dengan air," jelasnya.

Merawat mulut dan gigi

Ibu hamil perlu merawat kondisi mulut dan gigi untuk menghindari risiko kehamilan. Perawatan mulut dan gigi yang aman untuk ibu hamil, kata Finda, adalah pembersihan karang gigi dan penambalan jika gigi berlubang.

"Tidak disarankan mencabut gigi saat hamil. Sebaiknya tindakan cabut gigi dihindari hingga melahirkan. Meskipun efek obat anestesi tidak memengaruhi kehamilan, namun tindakan pencabutan menimbulkan efek stres pada ibu hamil, yang dapat memengaruhi psikis ibu yang juga berdampak pada janin," tambahnya.

Jika memang perlu melakukan tindakan cabut gigi sebaiknya dilakukan saat persiapan prakehamilan. Inilah sebabnya, penting bagi calon ibu untuk memeriksakan kesehatan tubuh secara menyeluruh sebelum hamil, untuk mencegah berbagai risiko kehamilan.

Sebaiknya dua perawatan mulut dan gigi tadi dilakukan pada trimester kedua, saat kondisi ibu hamil mulai stabil dan nyaman karena bentuk tubuh belum terlalu membesar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau