Upah minimum

Pekerja Tuntut Revisi UMK

Kompas.com - 23/12/2011, 03:35 WIB

SEMARANG, KOMPAS - Menjelang diterapkannya upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Tengah pada Januari mendatang, sekitar 5.000 pekerja yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jawa Tengah kembali berunjuk rasa, Kamis (22/12). Pada aksi ke-28 kali tersebut, pekerja terus menuntut Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengesahkan revisi UMK di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Aksi yang berlangsung di depan kantor gubernur Jateng di Kota Semarang, Jateng, menyebabkan Jalan Pahlawan, Semarang, ditutup dan arus lalu lintas harus dialihkan ke ruas jalan yang lain. Di beberapa ruas jalan terjadi kemacetan.

Para pekerja berencana menginap di lokasi itu sampai Gubernur Jateng Bibit Waluyo memenuhi tuntutan mereka. ”Kami tidak lagi menginginkan negosiasi. Target kami kali ini, gubernur mengesahkan revisi UMK yang sudah diajukan bupati Semarang dan wali kota Semarang. Kami merasa dipermainkan dengan sikap gubernur,” kata Koordinator Gerbang Jateng, Nanang Setiono.

Wali Kota Semarang Sumarmo HS merevisi angka UMK dari Rp 991.500 menjadi Rp 994.720. Sementara Bupati Semarang Mundjirin, mengajukan revisi usulan UMK dari Rp 941.600 menjadi Rp 945.000. Revisi UMK dua daerah ini diajukan ke gubernur 29 November lalu, namun hingga kini gubernur tidak juga merevisi angka UMK tersebut.

Berlarut-larutnya penetapan UMK, mendorong Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jateng, Edison Ambarura, untuk memperbaiki mekanisme pengupahan, terutama dalam survei KHL. ”Ke depan kami berencana membuat standar survei yang sama di semua daerah agar hasil survei dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. (UTI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau