Bakteri pada Susu Formula Tewaskan Seorang Bayi

Kompas.com - 23/12/2011, 10:39 WIB

Kompas.com - Avery Cornett, bayi yang baru berusia 10 hari, dinyatakan meninggal dunia akibat infeksi bakteri yang langka setelah ia mengonsumsi susu formula khusus untuk bayi baru lahir. Investigasi sementara menyebutkan penyebab infeksi tersebut adalah Cronobacter sakazakii.

Avery dibawa orangtuanya ke dokter anak setelah ia menunjukkan gejala sakit perut dan tampak lemah. Gejalanya tidak berkurang dalam beberapa hari.

Para ahli mengatakan bakteri tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan antibiotik tetapi pengobatan tersebut dinilai berbahaya untuk bayi berusia kurang dari sebulan dan yang lahir prematur.

Sumber bakteri sampai saat ini masih terus diteliti karena bakteri tersebut secara alami terdapat dalam lingkungan dan tanaman seperti tepung dan beras. Namun kontaminasi bakteri ini pada susu yang dikeringkan dan susu formula bubuk paling mengkhawatirkan.

Susu formula yang diduga tercemar bakteri ini adalah Enfamil Newborn. Meski belum ditarik dari peredaran, namun satu nomor produksi susu ini yang dijual di supermarket Wal-Mart dan 3.000 cabangnya telah ditarik dari peredaran. Konsumen yang terlanjur membeli produk ini boleh mengembalikan dan akan diberi penggantian uang.

Christopher Perille, juru bicara Mead Johnson Nutrition, produsen susu formula ini, menyatakan hasil pemeriksaan di pabrik menunjukkan satu batch susu tersebut negatif bakteri sebelum dikapalkan. Pengujian tambahan sedang dilakukan.

"Kami sangat yakin dengan keamanan dan kualit produk kami. Bakteri Cronobacter sakazakii ada di lingkungan dan karenanya sulit menentukan sumber awal infeksi ini," kata Perille.

Para ahli menegaskan bahwa susu formula bayi tidak steril dan sampai saat ini belum ada metode yang cukup untuk membunuh bakteri yang mungkin masuk ke dalam susu formula sebelum atau selama proses produksi.

Sementara itu badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) saat ini masih melakukan investigasi atas kematian Avery. Tim investigasi sudah mengumpulkan sampel dari keluarga dan juga contoh susu formula dari toko yang kemasannya belum dibuka.

Selain contoh susu formula, para peneliti juga akan melihat contoh air yang dipakai untuk menyiapkan susu serta hal lain yang terkait dengan pencernaan bayi.

Kasus infeksi susu formula di dunia memang terbilang jarang. Pada tahun 2008 dua bayi di New Mexico, AS terbukti terinfeksi bakteri dari susu formula. Salah satunya meninggal dan yang lain menderita kerusakan otak.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau