Kriminalitas

Polisi: Mayat Bojong Tua Korban Pembunuhan

Kompas.com - 23/12/2011, 11:16 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, memastikan penemuan mayat perempuan tanpa identitas di kebun kosong Jalan Masjid Al Ikhlas, Kampung Bojong Tua RT 05 RW 01 Kelurahan Jatimakmur, Pondok Gede, korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Dedi Murti Haryadi, di Bekasi, Jumat (23/12/2011), mengatakan dugaan itu diketahui berdasarkan ciri-ciri tindak penganiayaan di tubuh korban berdasarkan hasil otopsi pascapenemuan mayat pada Kamis (22/12/2011).

"Hasil olah TKP polisi menemukan luka pukul yang cukup serius di kepala bagian belakang korban. Mayat ini korban pembunuhan," katanya.

Saat ditemukan warga, kata dia, mayat tersebut diidentifikasi tewas sekitar lebih dari tiga hari dengan mengenakan baju cokelat bertuliskan ’Strenght the Timer’ dan celana panjang jeans berwarna hitam tanpa identitas.

Mayat ditemukan dengan posisi telungkup, dan terkubur hampir setengah badan, yakni, dari kepala hingga punggung.

"Wajah korban pun sudah tidak berbentuk, akibat proses pembusukan jasad yang sudah beberapa hari. Kami belum bisa memperkirakan usianya. Diduga dewasa," ujarnya.

Dedi mengatakan, belum jelas motif pembunuhan terhadap korban. Diduga mayat tersebut dibunuh pelaku dan dibuang di kebun kosong milik warga bernama Tukirin Daryono (70).

"Bisa saja dia korban pencurian dengan kekerasan, pemerkosaan, atau kejahatan lainnya," kata Dedi.

Polresta Bekasi Kota masih melanjutkan penyelidikan atas penemuan beberapa barang bukti, yakni sidik jari dan beberapa pakaian yang dikenakan korban, juga bercak darah di sekitar lokasi kejadian.

"Kami juga sedang melakukan pencarian terhadap keluarga korban," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau