Pertunjukan musik

Pergelaran Lutung Kasarung di Bandung

Kompas.com - 23/12/2011, 17:37 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Bandung pada libur akhir tahun ini memiliki tawaran yang tidak dimiliki kota lain, yakni pertunjukan musikal Lutung Kasarung.

Pergelaran yang digadang-gadang menyamai pertunjukan teater Broadway ini hanya bisa dinikmati di Bandung. Pertunjukan  bertempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, sejak 27 Desember 2011 hingga 1 Januari 2012.

Pertunjukan tersebut akan menampilkan gerak tari maupun nyanyian kualitas prima dari 150 orang yang terlibat.

Kisah Lutung Kasarung berkisah tentang seekor monyet dari khayangan yang bertemu Putri Purbasari Ayuwangi yang dibuang oleh saudaranya, Purbararang, hanya demi berebut tahta Kerajaan Pasir Batang.

Penonton bisa menikmati pertunjukan ini dengan harga tiket dari Rp 150.000 untuk kelas 2, hingga Rp 650.000 untuk kelas VVIP.

Untuk malam pergantian tahun, pihak penyelenggara sudah menyiapkan pertunjukan khusus dengan menghadirkan Sambasunda, Sena Didi Mime, dan Asep Chilok Dance Company.

Untuk malam khusus itu, tiket dipatok Rp 175.000 untuk kelas 2 dan paling mahal Rp 750.000 untuk kelas VVIP. 

Dalam jumpa pers di Bandung, Jumat (23/12/2011) ini, penggagas pertunjukan, Dede Yusuf, berharap kerja keras para pemain dalam berlatih terus menerus selama lima bulan akhirnya bisa terbayar.

Wakil Gubernur Jawa Barat ini mengungkapkan bahwa musikal Lutung Kasarung ini sekaligus menjadi ajang unjuk kebolehan bagi bibit seniman baru asal Jawa Barat. "Seluruh orang yang terlibat adalah orang Jawa Barat," ujarnya.

Namun, pihak yang menggarap musik, kostum, dan naskahnya, tetap berharap, agar pertunjukan ini bisa dinikmati seluruh penonton yang datang dari berbagai latar belakang.

Untuk itu, musik pun dibuat sedikit pop sementara kostumnya juga bergaya etnik futuristik.

Penata musik, Ismet Ruchimat berujar bahwa ciri khas Jawa Barat tetap terjaga terlepas upaya seluruh pihak untuk membuatnya bisa diterima banyak kalangan.

Didi Petet, sutradara pergelaran ini, berharap penonton bisa pulang dengan membawa pesan moral dari cerita rakyat yang takkan pernah lekang oleh waktu.

Meski sudah akrab sejak kecil dengan Lutung Kasarung yang bisa berarti monyet yang tersesat ini, Didi mengaku kisah, konflik, maupun moral ceritanya tetap relevan dengan kehidupan saat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau