Jakarta, Kompas -
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Jumat (23/12), mengatakan, secara khusus Kadin telah menandatangani kerja sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). ”Tujuan kerja sama adalah mempromosikan kawasan perbatasan yang selama ini tertinggal. Selama setahun kami bekerja sama, sudah ada beberapa investasi yang masuk,” kata dia.
Suryo mengatakan, investasi di perbatasan diprioritaskan bagi pengusaha domestik. Ia berharap banyak pengusaha lokal yang berkiprah di perbatasan. ”Potensi di perbatasan cukup banyak, seperti tambang, perkebunan, dan potensi kelautan. Jangan sampai diisi pengusaha asing,” katanya.
Deputi BNPP Agung Maulana mengatakan, Indonesia memiliki tiga perbatasan darat, yakni dengan Malaysia, Papua Niugini, dan Timor Leste. Perbatasan tersebut berada di 12 provinsi, 38 kabupaten, dan 111 kecamatan. Dari kajian sementara, ada 111 lokasi strategis yang berpotensi menjadi pusat ekonomi selama lima tahun ke depan. Dari semua lokasi tersebut, pemerintah memprioritaskan delapan lokasi, seperti Entikong, Sintang, Sebatik, dan Badau di Pulau Kalimantan serta di Kepulauan Riau.
Menurut dia, beberapa investasi yang sudah masuk adalah investasi jalan sepanjang 90 kilometer dan investasi tambang di Sintang senilai Rp 5 triliun serta pembangunan pelabuhan daratan di Entikong senilai Rp 100 miliar. ”Yang sedang dijajaki investor adalah Nusa Tenggara Timur dan Papua,” katanya.
Selain kendala infrastruktur, lanjut Agung, hambatan lainnya adalah koordinasi buruk antarlembaga. Saat ini, ada 29 kementerian/lembaga yang mengurus daerah perbatasan. Namun karena koordinasi yang buruk, sering terjadi tumpang tindih kebijakan.
Wakil Ketua Umum Kadin Wilayah Tengah Endang Kesumayadi mengatakan, potensi ekonomi di perbatasan selama ini kurang tersosialisasi. ”Di Kalimantan, misalnya, potensi tambang dan perkebunannya luar biasa. Kalau banyak investasi yang masuk, maka kesenjangan masyarakat di perbatasan bisa dikurangi,” kata Endang. Kadin mengimbau kalangan pengusaha untuk berperan banyak di kawasan perbatasan.