Investasi

Kawasan Perbatasan Diminati Investor

Kompas.com - 24/12/2011, 02:39 WIB

Jakarta, Kompas - Kawasan perbatasan yang selama ini dilihat sebelah mata mulai dilirik investor. Peran swasta tersebut diharapkan dapat menggerakkan ekonomi di perbatasan. Kendala infrastruktur seharusnya menjadi fokus perhatian pemerintah untuk menarik minat investor.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Jumat (23/12), mengatakan, secara khusus Kadin telah menandatangani kerja sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). ”Tujuan kerja sama adalah mempromosikan kawasan perbatasan yang selama ini tertinggal. Selama setahun kami bekerja sama, sudah ada beberapa investasi yang masuk,” kata dia.

Suryo mengatakan, investasi di perbatasan diprioritaskan bagi pengusaha domestik. Ia berharap banyak pengusaha lokal yang berkiprah di perbatasan. ”Potensi di perbatasan cukup banyak, seperti tambang, perkebunan, dan potensi kelautan. Jangan sampai diisi pengusaha asing,” katanya.

Deputi BNPP Agung Maulana mengatakan, Indonesia memiliki tiga perbatasan darat, yakni dengan Malaysia, Papua Niugini, dan Timor Leste. Perbatasan tersebut berada di 12 provinsi, 38 kabupaten, dan 111 kecamatan. Dari kajian sementara, ada 111 lokasi strategis yang berpotensi menjadi pusat ekonomi selama lima tahun ke depan. Dari semua lokasi tersebut, pemerintah memprioritaskan delapan lokasi, seperti Entikong, Sintang, Sebatik, dan Badau di Pulau Kalimantan serta di Kepulauan Riau.

Menurut dia, beberapa investasi yang sudah masuk adalah investasi jalan sepanjang 90 kilometer dan investasi tambang di Sintang senilai Rp 5 triliun serta pembangunan pelabuhan daratan di Entikong senilai Rp 100 miliar. ”Yang sedang dijajaki investor adalah Nusa Tenggara Timur dan Papua,” katanya.

Selain kendala infrastruktur, lanjut Agung, hambatan lainnya adalah koordinasi buruk antarlembaga. Saat ini, ada 29 kementerian/lembaga yang mengurus daerah perbatasan. Namun karena koordinasi yang buruk, sering terjadi tumpang tindih kebijakan.

Wakil Ketua Umum Kadin Wilayah Tengah Endang Kesumayadi mengatakan, potensi ekonomi di perbatasan selama ini kurang tersosialisasi. ”Di Kalimantan, misalnya, potensi tambang dan perkebunannya luar biasa. Kalau banyak investasi yang masuk, maka kesenjangan masyarakat di perbatasan bisa dikurangi,” kata Endang. Kadin mengimbau kalangan pengusaha untuk berperan banyak di kawasan perbatasan. (ENY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau