Transportasi publik

Busway Koridor XI Belum Sempurna

Kompas.com - 24/12/2011, 02:49 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menguji coba pengoperasian bus transjakarta di Koridor XI Kampung Melayu-Pulogebang, Jumat (23/12) sore.

Namun, koridor sepanjang hampir 12 kilometer yang akan dioperasikan secara resmi mulai Rabu (28/12) itu belum sempurna.

Sebanyak 15 halte di sepanjang Koridor XI, antara Terminal Kampung Melayu dan Terminal Pulogebang, belum selesai dikerjakan. Ada beberapa bagian yang belum dicat. Peralatan elektronik, seperti kamera pengawas dan layar televisi di kios penjualan tiket, juga belum dioperasikan.

Pohon di sepanjang marka tengah Jalan Bekasi Timur Raya juga belum selesai dipangkas, padahal bisa merusak badan bus transjakarta. Balok pemisah antara jalur khusus dan jalan umum juga masih ada yang berserakan.

Bus gandeng baru yang akan dioperasikan di Koridor XI saat diuji coba kemarin juga sempat mogok setelah melalui Halte Perumnas Klender akibat gangguan sekring mesin. Padahal, Koridor XI akan dilintasi 21 bus gandeng atau setara 42 bus reguler yang masing-masing berkapasitas 50 tempat duduk.

Terkait waktu tempuh, bus berangkat dari Halte Kantor Wali Kota Jakarta Timur pukul 16.50 dan tiba di Halte Terminal Kampung Melayu pukul 17.57. Berarti, waktu tempuh lebih dari satu jam.

Meskipun uji coba belum sempurna, Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benhard Hutajulu, optimistis Koridor XI bisa dioperasikan tepat waktu mulai Rabu (28/12).

”Kami akan minta agar jalur segera dirapikan, armada dicek, dan halte siap dioperasikan,” kata Benhard dalam perjalanan selama uji coba.

Copet

Faktor keamanan juga menjadi pekerjaan rumah bagi peningkatan pelayanan bus transjakarta. Jumat pagi kemarin, seorang perempuan bernama Titin (25) ditangkap karena kedapatan mencopet dua telepon seluler dari tas Rahmi (20), penumpang bus transjakarta Koridor IX (Pinangranti-Pluit) di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tersangka mengklaim terpaksa mencopet demi membeli susu untuk anak pertama yang masih berusia dua bulan. ”Saya enggak punya pekerjaan, jadi terpaksa mencopet buat beli susu,” kata Titin kepada penyidik di Polsek Metropolitan Jatinegara. (BRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau