Jakarta, Kompas -
Namun, koridor sepanjang hampir 12 kilometer yang akan dioperasikan secara resmi mulai Rabu (28/12) itu belum sempurna.
Sebanyak 15 halte di sepanjang Koridor XI, antara Terminal Kampung Melayu dan Terminal Pulogebang, belum selesai dikerjakan. Ada beberapa bagian yang belum dicat. Peralatan elektronik, seperti kamera pengawas dan layar televisi di kios penjualan tiket, juga belum dioperasikan.
Pohon di sepanjang marka tengah Jalan Bekasi Timur Raya juga belum selesai dipangkas, padahal bisa merusak badan bus transjakarta. Balok pemisah antara jalur khusus dan jalan umum juga masih ada yang berserakan.
Bus gandeng baru yang akan dioperasikan di Koridor XI saat diuji coba kemarin juga sempat mogok setelah melalui Halte Perumnas Klender akibat gangguan sekring mesin. Padahal, Koridor XI akan dilintasi 21 bus gandeng atau setara 42 bus reguler yang masing-masing berkapasitas 50 tempat duduk.
Terkait waktu tempuh, bus berangkat dari Halte Kantor Wali Kota Jakarta Timur pukul 16.50 dan tiba di Halte Terminal Kampung Melayu pukul 17.57. Berarti, waktu tempuh lebih dari satu jam.
Meskipun uji coba belum sempurna, Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benhard Hutajulu, optimistis Koridor XI bisa dioperasikan tepat waktu mulai Rabu (28/12).
”Kami akan minta agar jalur segera dirapikan, armada dicek, dan halte siap dioperasikan,” kata Benhard dalam perjalanan selama uji coba.
Faktor keamanan juga menjadi pekerjaan rumah bagi peningkatan pelayanan bus transjakarta. Jumat pagi kemarin, seorang perempuan bernama Titin (25) ditangkap karena kedapatan mencopet dua telepon seluler dari tas Rahmi (20), penumpang bus transjakarta Koridor IX (Pinangranti-Pluit) di Kramat Jati, Jakarta Timur.
Tersangka mengklaim terpaksa mencopet demi membeli susu untuk anak pertama yang masih berusia dua bulan. ”Saya enggak punya pekerjaan, jadi terpaksa mencopet buat beli susu,” kata Titin kepada penyidik di Polsek Metropolitan Jatinegara.