Pencegahan kanker

Yuk, Deteksi Kanker Serviks Secara Gratis!

Kompas.com - 24/12/2011, 10:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 6.000 perempuan bisa melakukan deteksi dini kanker serviks secara gratis di wilayah DKI Jakarta. Layanan ini menyusul diluncurkannya Bulan Cegah Kanker Serviks dengan pemeriksaan di 34 titik di lima wilayah Jakarta.

"Sebanyak 25 titik di antaranya Puskesmas. Dengan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat atau IVA secara gratis, perempuan bisa melakukan deteksi dini kanker serviks," kata Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari FKUI, Dr Laila Nuranna SpOG(K) di Jakarta, Sabtu (24/12/2011).

Pernyataan Laila itu dinyatakan terkait peluncuran Bulan Cegah Kanker Serviks di Puskesmas Jagakarsa, Kamis (22/12/2011) lalu. Kegiatan peluncuran kampanye itu dihadiri Utusan Khusus Presiden untuk MDGs yang juga Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Nila Moeloek.

Laila menjelaskan, deteksi dini kanker serviks tersebut dapat juga dilakukan di tiga kantor Yayasan Kanker Indonesia di Menteng, YKI DKI Sunter, dan YKI Lebak Bulus, serta enam jaringan RS Budi Kemuliaan. Pemeriksaan selama satu bulan tersebut mulai berlaku sejak 20 Desember dan berakhir 15 Januari 2012 dengan waktu layanan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

"Bagi sebagian masyarakat yang berobat ke puskesmas, dapat menjalani pemeriksaan dengan IVA. Metode IVA terbukti baik dengan biaya murah," katanya.

Pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat atau IVA ini adalah pemeriksaan dengan mata telanjang. Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengoleskan asam asetat atau cuka dapur yang diencerkan ke serviks untuk melihat kondisi serviks atau rahim.

Dia menambahkan, kanker serviks dapat dicegah dengan edukasi, sosialisasi dan vaksinasi serta pencegahan sekunder dengan deteksi dini kanker serviks untuk mengetahui dan menangani kondisi pra kanker. Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak vagina.

Dimulai dari leher rahim, bagian dari uterus (rahim) dan kemudian mencapai vagina dan secara bertahap akan menyebar jika tidak diberikan pengobatan. Sementara itu, dia juga mengatakan bahwa penyebab kanker serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau