Kasus cek perjalanan

Bahkan, RS Waluyo Pun Bungkam soal Nunun...

Kompas.com - 24/12/2011, 11:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, bungkam soal kabar dirawatnya Nunun Nurbaeti, tersangka kasus cek perjalanan, dalam pemilihan Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Pihak rumah sakit tidak bersedia menemui wartawan dan membiarkan para pewarta menunggu di luar area rumah sakit.

"Saya tidak tahu Nunun dirawat di sini atau tidak," ujar Erwin, salah seorang petugas keamanan rumah sakit saat Kompas.com mencoba masuk ke dalam rumah sakit, Sabtu (24/12/2011).

Sejauh ini, wartawan hanya dipersilakan menunggu di luar rumah sakit tanpa kepastian informasi. Melihat jumlah wartawan yang semakin banyak dan satu per satu merekam gambar rumah sakit dari luar, pihak rumah sakit langsung menutup tulisan besar "Rumah Sakit Abdi Waluyo" dengan dua mobil.

Tampaknya, pihak rumah sakit sangat tertutup kepada wartawan dan mengatakan tidak ada staf humas yang bisa dihubungi karena sedang libur Natal. Meski demikian, meski pihak RS Abdi Waluyo bungkam, mobil bertuliskan "Relawan Oranye" terlihat siaga parkir di depan rumah sakit tersebut.

Seperti diketahui, Relawan Oranye adalah tim medis yang dibentuk Adang Daradjatun, suami Nunun, untuk mendukung berbagai kegiatan sosial yang dilakukannya. Belum ada keterangan mengapa mobil tersebut parkir di depan rumah sakit. Tak ada satu pun anggota Relawan Oranye yang bisa dihubungi wartawan di lokasi ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau