JAKARTA, KOMPAS.com — Meski harus dengan cara berpura-pura sebagai "orang biasa" yang ingin menumpang shalat di dalam rumah sakit, wartawan Kompas.com berhasil menyusup masuk ke lantai dua Rumah Sakit Abdi Waluyo, tempat Nunun Nurbaeti dirawat, Sabtu (24/12/2011). Satu lantai di bawah mushala rumah sakit yang berada di lantai tiga.
Dengan segenap keberanian, wartawan Kompas.com bersama seorang wartawan lainnya mencoba masuk ke dalam ruangan VIP dan melihat seorang petugas berseragam TNI mengenakan baret hijau sedang menjaga ruangan K-204. Setelah menunggu beberapa menit, tiba-tiba terlihat Ratna Farida Daradjatun, putri Nunun datang dari arah berlawanan. Ia kemudian masuk ke dalam ruang K-204.
Agar tak diketahui, wartawan Kompas.com berpua-pura menanyakan kepada seorang resepsionis tentang harga kamar di lantai tersebut. Untuk rawat inap satu malam, menurut resepsionis, harga kamar K-204 itu Rp 1.500.000.
Lantai dua ini memang tempat untuk rawat inap VIP dan VVIP. Fasilitas kamarnya mulai dari tempat tidur, sofa, AC, kulkas, dan kamar mandi di dalam. Karena takut menimbulkan kecurigaan, akhirnya kedua "penyelinap" ini kembali ke lantai tiga, lalu turun ke lantai satu.
"Ternyata kami sudah dicari oleh petugas keamanan rumah sakit," kata si wartawan.
Saat keluar dan mencari mobil milik Ratna Farida, ternyata mobil tersebut memang datang kembali ke rumah sakit. Seperti diberitakan sebelumnya (Baca: Nunun Memang Dirawat di RS Abdi Waluyo), Ratna Farida datang tanpa diketahui wartawan dan keluar dari areal rumah sakit dengan tergesa-gesa sekitar pukul 12.45. Sampai sekarang, Ratna masih ada di dalam rumah sakit, sementara suaminya menunggu di mobil dan tak mau didekati wartawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang