Kriminalitas

Polisi Ringkus Pemerkosa di Angkot

Kompas.com - 24/12/2011, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga pelaku kasus pemerkosaan dan perampokan terhadap RS (40) akhirnya dibekuk aparat kepolisian. Sementara itu, satu pelaku lagi masih diburu polisi. Kabar penangkapan tiga pelaku ini dibenarkan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung Suharsono Rajab, Sabtu (24/12/2011), seusai Gelar Apel Kesiagaan Pengamanan Malam Natal di Markas Polda Metro Jaya.

"Ya, sudah ketangkap, tapi kurang satu. Yang sudah ketangkap tiga (orang)," ujarnya.

Namun, Untung tidak membeberkan lebih lanjut terkait peranan dan inisial para pelaku. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga pelaku itu ditangkap dalam dua hari terakhir di tempat yang berbeda. Mereka diketahui bersembunyi di suatu tempat yang berada di luar Jakarta. Satu orang yang kini masih buron diketahui adalah pelaku utama pemerkosaan terhadap RS yang berprofesi sebagai tukang sayur itu.

Penangkapan ketiga pelaku dilakukan oleh tim reserse dari Polres Kota Depok. Kasat Reskrim Polres Kota Depok Ajun Komisaris Besar Febriansyah, saat dihubungi pada Jumat (23/12/2011) malam, pun enggan mengungkapkan peranan para pelaku. Namun, dia tidak membantah adanya penangkapan itu. "Bersyukur saja ya. Ini tim kerja sampai enggak istirahat," kata Febriansyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau