Ibadah natal

Doa Natal untuk Korban Mesuji

Kompas.com - 25/12/2011, 10:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus yang terjadi di Mesuji, Lampung, dan diduga menewaskan puluhan orang, mendapatkan perhatian dalam ibadah Natal yang berlangsung di GPIB Immanuel, Jakarta Pusat, Minggu (25/12/2011). Dalam doa yang dimpimpin Pendeta HD Matulapelwa, menyebutkan, salah satu yang harus direfleksikan pada Natal 2011 adalah terjadinya tindakan pelanggaran hak asasi yang berlangsung di Mesuji.

"Berkatilah mereka yang saat ini seperti dirampas hak asasinya. Mereka korban kasus di Mesuji, yang membuat kelapa sawit seolah-olah lebih tinggi haknya daripada manusia," demikian petikan doa yang dipanjatkan Matulapelwa dalam ibadah Natal, Minggu (25/12/2011).

Matulapelwa mengatakan, kasus Mesuji dan kasus lain yang menyebabkan masyarakat sengsara menyerupai apa yang menimpa Yesus Kristus saat lahir. Ia mengungkapkan, Maria. Ibunda Yesus, harus bepergian dalam kondisi hamil tua dan melahirkan di sebuah kandang di wilayah Kota Bethlehem.

Ia memaparkan, Natal 2011 harus menjadi momen bangkitnya semangat Natal, yakni kepedulian terhadap realitas sekitar dan cita kasih. Salah satu yang mesti diwujudkan adalah kepedulian kepada korban kasus Mesuji serta masyarakat lain yang berkekurangan.

"Seringkali kita terjebak pada kegembiraan sesaat yang lalu hilang seiring pohon Natal kembali disimpan. Padahal, semangat Natal seharusnya berarti perwujudan sifat Allah dalam diri manusia. Semangat Natal berarti terpancarnya kasih Allah yang mungkin sudah memudar," katanya.

Natal 2011, kata Matupelwa, harus bisa memperbaharui manusia, seperti tema Natal yang diangkat GPIB Immanuel "Manusia Baru yang Terus Diperbaharui". Dalam merayakan Natal, seringkali manusia hanya melakukan ritual belanja, mendekorasi rumah dengan beragam pernik. Matulapelwa menjelaskan, makna Natal seharusnya tidak direduksi dalam hal-hal dangkal tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau