Negara Berkembang Selamatkan Pabrik Mobil

Kompas.com - 25/12/2011, 20:21 WIB

INGOLSTADT, KOMPAS.com -- Industri otomotif bisa terselamatkan dari tekanan krisis ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat karena permintaan dari negara berkembang yang tetap tinggi. Tanpa minat yang tinggi dari penduduk negara berkembang terhadap produk otomotif, tahun 2012 akan menjadi tahun yang lebih sulit bagi industri otomotif dunia.

"Kesulitan itu tidak boleh jadi alasan bagi kami untuk terjatuh pada pesimisme. Industri otomotif diperkirakan masih terus tumbuh hingga 10 tahun ke depan. Terima kasih pada minat yang sangat besar dari mobilitas tinggi diantara orang-orang di negara berkembang," tutur Pemimpin Eksekutif Tertinggi (CEO) Audi Rupert Stadler dari Ingolstadt, Jerman, dalam wawancara dengan Reuters untuk disiarkan pada Minggu (25/12/2011).

Stadler juga menyangkal spekulasi yang berkembang pada media massa Jerman yang menyatakan bahwa dia akan menjadi pengganti CEO induk usaha Audi, Volkswagen (VW) Martin Winterkorn. Winterkorn diagendakan mundur dari posisinya itu pada akhir 2016.

Stadler memperkirakan, industri otomotif China akan tumbuh 8 persen hingga 9 persen. Itu ditopang oleh kenaikan konsumen kelas premiumnya antara 20-30 persen. Meski demikian, Stadler tidak mengungkapkan kerangka waktunya.

Audi, saat ini, merupakan pemimpin pasar pada segmen pasar mobil mewah di China. Audi memimpin di atas rival asal Jerman, BMW dan Daimler AG's Mercedes.

Stadler sendiri merupakan CEO yang berniat menjadikan Audi sebagai produsen mobil kelas premium terkemuka di dunia pada tahun 2015. Dia menegaskan, industri mobil akan tetap tumbuh karena pasar di negara berkembang seperti China akan menciptakan jutawan dalam denominasi dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau