INGOLSTADT, KOMPAS.com -- Industri otomotif bisa terselamatkan dari tekanan krisis ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat karena permintaan dari negara berkembang yang tetap tinggi. Tanpa minat yang tinggi dari penduduk negara berkembang terhadap produk otomotif, tahun 2012 akan menjadi tahun yang lebih sulit bagi industri otomotif dunia.
"Kesulitan itu tidak boleh jadi alasan bagi kami untuk terjatuh pada pesimisme. Industri otomotif diperkirakan masih terus tumbuh hingga 10 tahun ke depan. Terima kasih pada minat yang sangat besar dari mobilitas tinggi diantara orang-orang di negara berkembang," tutur Pemimpin Eksekutif Tertinggi (CEO) Audi Rupert Stadler dari Ingolstadt, Jerman, dalam wawancara dengan Reuters untuk disiarkan pada Minggu (25/12/2011).
Stadler juga menyangkal spekulasi yang berkembang pada media massa Jerman yang menyatakan bahwa dia akan menjadi pengganti CEO induk usaha Audi, Volkswagen (VW) Martin Winterkorn. Winterkorn diagendakan mundur dari posisinya itu pada akhir 2016.
Stadler memperkirakan, industri otomotif China akan tumbuh 8 persen hingga 9 persen. Itu ditopang oleh kenaikan konsumen kelas premiumnya antara 20-30 persen. Meski demikian, Stadler tidak mengungkapkan kerangka waktunya.
Audi, saat ini, merupakan pemimpin pasar pada segmen pasar mobil mewah di China. Audi memimpin di atas rival asal Jerman, BMW dan Daimler AG's Mercedes.
Stadler sendiri merupakan CEO yang berniat menjadikan Audi sebagai produsen mobil kelas premium terkemuka di dunia pada tahun 2015. Dia menegaskan, industri mobil akan tetap tumbuh karena pasar di negara berkembang seperti China akan menciptakan jutawan dalam denominasi dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang