Kecelakaan laut

Kapal Tenggelam di Kuba dan Rusia, Puluhan Tewas

Kompas.com - 25/12/2011, 22:06 WIB

HAVANA, KOMPAS.com -- Sedikitnya 41 orang tewas dalam dua kecelakaan laut terpisah, Sabtu (24/12/2011) dan Minggu (25/12/2011). Kecelakaan pertama terjadi di lepas pantai Kuba, yang menewaskan tak kurang dari 38 orang, sementara kecelakaan kedua terjadi di lepas pantai Rusia timur, melibatkan kapal yang diawaki orang Indonesia, dan menewaskan sedikitnya tiga orang.

Militer Kuba terus mencari korban yang hilang hingga hari Minggu, setelah sehari sebelumnya Kesatuan Penjaga Pantai Kuba menemukan kapal yang sudah setengah tenggelam, sekitar 100 meter lepas pantai Point Maisi di pantai timur Kuba. Mereka menemukan 38 korban tewas, yang terdiri atas 21 laki-laki dan 17 perempuan.

Para korban diduga adalah migran yang mengungsi dari Haiti menggunakan kapal yang tak terawat. Tim penyelamat Kuba berhasil menyelamatkan 87 orang, termasuk empat anak-anak dan tujuh perempuan. Mereka kini dirawat di kamp migran di Point Maisi.

Awak Indonesia

Sementara pada Minggu pagi, sebuah kapal berbendera Kamboja tenggelam di perairan Selat La Perouse, yang terletak antara Laut Okhotsk dan Laut Jepang. Kementerian Keadaan Darurat Rusia menyatakan telah menemukan tiga jenazah awak kapal tersebut, sementara lima orang lainnya masih hilang.

Dari delapan awak kapal bernama Ginga itu, lima di antaranya diketahui berasal dari Rusia, sementara sisanya adalah warga negara Indonesia. Dua korban tewas dipastikan sebagai orang Rusia, sementara satu korban lagi belum teridentifikasi.

Kecelakaan, yang diduga disebabkan cuaca buruk dan gelombang besar ini, terjadi hanya sepekan setelah sebuah anjungan pengeboran minyak lepas pantai milik Rusia terbalik dan tenggelam di wilayah perairan yang sama. Sedikitnya 17 orang ditemukan tewas dalam insiden tersebut, dan 36 orang masih hilang dan dikhawatirkan juga sudah tewas.

Kapal Ginga diketahui berangkat dari pelabuhan di Jepang dan berlayar melalui wilayah perairan Rusia. Menurut Nikolay Sukhanov, pejabat Serikat Pekerja Pelayar Rusia, melihat ukuran, bendera, dan rute kapal, diduga kuat kapal tersebut sedang melakukan penangkapan ikan ilegal di wilayah perairan di sekitar perbatasan Rusia dan Jepang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau