Nagreg-Cileunyi Macet 10 Kilometer

Kompas.com - 26/12/2011, 00:07 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -- Kemacetan parah terjadi dari kawasan Nagreg hingga pintu tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kemacetan sepanjang sekitar 10 kilometer terjadi sejak sekitar pukul 20.00 WIB.

Pantauan Kompas, Minggu (25/12/2011), kemacetan sangat parah terjadi di ruas jalur dari arah Garut menuju Bandung. Ekor kemacetan bahkan hampir mencapai sekitar dua kilometer sebelum tanjakan maut Nagreg.

Dari informasi di antara para supir kendaraan, kemacetan ini dipicu lumpuhnya pintu Tol Cileunyi dan banjir di Rancaekek.

"Saya sudah menunggu sekitar satu jam, tapi tidak jalan-jalan," kata Tuslam, kernet truk pengangkut semen dari Cilacap tujuan Bandung. Kendaraannya terjebak macet persis di tanjakan Nagrek sehingga dia terpaksa menahan ban belakang dengan kayu penahan.

Di beberapa sisi jalan, pengemudi yang terjebak macet berupaya membalikkan kendaraannya menuju arah berlawanan. Hal ini semakin menambah kesemrawutan lalu lintas. Bahkan, sejumlah mobil dan pengendara sepeda motor nekad mengambil jalur dari arah Bandung yang relatif lengang.

Adapun petugas kepolisian yang berjaga-jaga sangat sedikit, hanya tampak sekitar lima orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau