WASHINGTON DC, SABTU
Keputusan pengurus Partai Republik di Virginia itu dikeluarkan Sabtu (24/12) pagi, setelah para sukarelawan partai konservatif itu menghabiskan sepanjang malam sejak Jumat melakukan validasi jumlah tanda tangan yang diajukan empat kandidat calon presiden (capres) Republik, yakni Mitt Romney, Ron Paul, Perry, dan Gingrich.
”Setelah verifikasi, pengurus partai memutuskan Newt Gingrich tidak mengajukan 10.000 tanda tangan yang dibutuhkan, dan dinyatakan tidak lolos kualifikasi untuk pemilihan awal di Virginia,” tutur juru bicara Partai Republik, Virginia Garren Shipley. Sebelumnya, Perry juga dinyatakan tak memenuhi syarat.
Pemilihan awal atau primary dilakukan untuk memilih siapa yang akan maju sebagai capres resmi Republik. Capres terpilih kemudian akan menantang capres Partai Demokrat, yakni presiden petahana Barack Obama, dalam pemilihan presiden AS, November 2012.
Keputusan ini menjadi pukulan telak dan sekaligus ironi bagi Gingrich, yang tinggal di Virginia dan masih menjadi salah satu kandidat capres terfavorit di kalangan republiken menurut jajak pendapat terbaru. Kegagalan Gingrich dan Perry di Virginia juga menggambarkan kesulitan yang harus dihadapi para kandidat yang baru pertama kali terjun ke proses panjang pemilihan presiden di AS.
Tim kampanye Gingrich mengkritik sistem pemilihan awal di Virginia itu dan berjanji akan berjuang agar Gingrich tetap bisa dipilih oleh para pendukungnya di negara bagian tersebut dengan sistem pemilihan tertulis (write-in). ”Para pemilih berhak memilih kandidat penantang kuat, apalagi calon yang jadi favorit,” kata Direktur Kampanye Gingrich Michael Krull.
Pemilihan tertulis dimungkinkan di beberapa negara bagian di AS, tetapi menurut Carl Tobias, profesor hukum dari University of Richmond, Virginia, Gingrich tak bisa melakukan itu di Virginia. Menurut hukum setempat, para pemilih hanya boleh memilih nama yang sudah ada di surat suara, tak boleh menuliskan sendiri pilihannya. ”Hukum Virginia melarang pemilihan tertulis. Dia tak bisa melakukan itu,” kata Tobias.
Selain Gingrich dan Perry, tiga kandidat lainnya—yakni anggota DPR AS Michele Bachmann, mantan Senator Rick Santorum, dan mantan Gubernur Utah Jon Huntsman—juga tak akan mengikuti pemilihan awal di Virginia karena hingga tenggat waktu hari Jumat pukul 17.00 waktu setempat, mereka tak mengajukan persyaratan yang dibutuhkan.
Pemilihan awal di Virginia memperebutkan 46 suara delegasi, sangat kecil jika dibandingkan dengan 1.144 suara delegasi yang harus diperoleh seorang kandidat untuk bisa lolos nominasi menjadi capres.
Namun, berapa pun jumlah suara yang bisa diperoleh akan sangat penting bagi Gingrich dalam persaingan ketat dengan rivalnya. Apalagi, pemilihan di Virginia akan dilakukan pada 6 Maret yang disebut Selasa Super karena pada hari yang sama pemilihan awal juga digelar serentak di 10 negara bagian lain.
Bachmann dan Santorum memusatkan perhatian untuk memenangi putaran pertama pemilihan awal di Negara Bagian Iowa (Kaukus Iowa), 3 Januari mendatang. Sementara Huntsman akan fokus untuk menang di New Hampshire, yang akan digelar tujuh hari setelah Iowa.
Di tengah berbagai kendala yang dihadapi para rivalnya, mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney terus melenggang. Pengalaman Romney mengikuti persaingan capres pada 2008 membuat tim kampanyenya praktis tak berhenti bekerja untuk mengonsolidasi dukungan sejak 2007.
Meski terus mendapat kritikan sebagai pribadi yang tidak teguh pendirian, Romney melanjutkan kampanye dengan menampilkan sosoknya sebagai pebisnis sejati yang akan menciptakan lapangan kerja bagi rakyat AS di tengah krisis ekonomi saat ini.
”Saya cinta bisnis. Saya ingin Amerika bukan menjadi tempat yang paling diregulasi, dipajaki, dan paling terbebani di dunia, tetapi menjadi tempat paling atraktif,” tandas Romney dalam kampanye di Iowa, pekan lalu.
Romney juga kembali berada di posisi teratas capres terfavorit dengan 25 persen dukungan responden dalam jajak pendapat Rasmussen Reports yang disiarkan hari Kamis. Paul di tempat kedua dengan 20 persen dukungan, dan Gingrich di tempat ketiga dengan 17 persen dukungan.
Di tengah masih panasnya persaingan para kandidat dari Republik, pengusaha real estat dan pembawa acara televisi ”The Apprentice”, Donald Trump, menyatakan keluar dari Partai Republik dan memicu spekulasi akan maju sebagai capres independen.
Trump sempat menghebohkan dunia politik AS tahun ini dengan berniat maju sebagai kandidat capres Republik dan membela teori konspirasi yang menuduh Presiden Obama bukan orang Amerika asli.
”Tuan Trump sudah mengatakan kalau dia tak puas dengan capres Republik, dia akan maju sebagai capres independen,” ujar juru bicara Trump, Michael Cohen, Jumat (23/12).
Keputusan Trump maju sebagai capres independen akan ditentukan setelah ”The Apprentice” musim ini berakhir bulan Mei.