Jakarta, Kompas
Dalam tanggapan resminya, Minggu, Fauzi menyayangkan pengunduran diri Prijanto, tetapi menghormati keputusan tersebut. ”Saya menyayangkan pengunduran diri Wakil Gubernur Prijanto,” kata Fauzi. Prijanto seharusnya tetap berpasangan dengan Fauzi sampai 12 Oktober 2012.
Meski demikian, Fauzi yakin, Prijanto telah mempertimbangkan secara matang keputusan itu. Fauzi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Prijanto sebagai wakil gubernur selama empat tahun terakhir terhitung dari Oktober 2007.
Prijanto yang ditemui terpisah mengatakan, sebenarnya ia berniat mengundurkan diri sejak dua tahun lalu. Namun, karena kala itu berkembang kelompok yang mendukung dan yang menolak pengunduran dirinya, Prijanto akhirnya mengurungkan niatnya. ”Yang satu bilang setuju. Malah ada embel-embelnya, ’Bapak ini terlampau sabar.’ Itu yang bilang antara lain para senior saya, para pakar, dan pengamat politik. Kelompok lain bilang, ’Jangan! Pak Pri enggak boleh mundur. Pak Pri masih bermanfaat.’ Saya akhirnya enggak jadi mundur,” tuturnya.
Prijanto mengingatkan, pengunduran dirinya tidak terkait Pilkada DKI 2012. ”Ini demi kebaikan semua pihak, termasuk Pak Fauzi Bowo,” ucapnya. Ia menduga, pasti banyak yang mengulas, mengkritisi, dan mengomentari langkah yang ia tempuh.
”Wah, Prijanto cari sensasi. Prijanto membuat opini dia dizalimi dan lain sebagainya dalam konteks pilkada. Sesungguhnya saya katakan, pengunduran diri saya tidak ada hubungannya sama sekali dengan pilkada,” katanya.
Keterangan dari Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, tidak tertulis alasan di balik keputusan Prijanto dalam surat pengunduran dirinya. ”Dalam surat yang kami terima pada 23 Desember lalu, hanya tertulis alasan pengunduran diri sudah dinyatakan secara lisan kepada Menteri Dalam Negeri pada tanggal 11 November 2011. Namun, tidak dirinci lagi alasan tersebut,” kata Cucu.
Cucu menegaskan, meski sudah ada tanggapan resmi dari Gubernur, pengunduran diri Prijanto tidak langsung bisa disetujui. ”Beliau sampai saat ini masih wakil gubernur selama proses sesuai hukum pengunduran diri berjalan,” kata Cucu. Langkah-langkah untuk mengisi tanggung jawab wagub akan secepatnya diselesaikan sesuai peraturan yang berlaku.
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menyatakan terkejut atas pengunduran diri Prijanto. ”Ini terlalu mengejutkan. Yang pasti ada rasa kehilangan karena sosok seperti Pak Pri sulit dicari,” katanya.
Ida sama sekali tak bisa menduga alasan di balik pengunduran diri Prijanto. Namun, katanya, adanya masalah komunikasi antara Fauzi dan Prijanto sudah terlihat setidaknya dalam dua tahun terakhir.