Pesan natal

Kekerasan Jadi Keprihatinan

Kompas.com - 26/12/2011, 05:15 WIB

Vatican City, Minggu - Konflik di sejumlah wilayah di dunia masih menjadi keprihatinan Paus Benediktus XVI. Hal ini tecermin dalam pesan Natal yang disampaikannya, Minggu (25/12), di Vatikan.

Sementara itu, di Indonesia, dalam ibadah perayaan Natal, Sabtu malam, yang berlangsung khidmat dan aman, khotbah terutama menyerukan agar semangat Natal membuat manusia lebih peduli kepada sesamanya yang menderita.

Dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Benediktus XVI dalam bahasa Italia mengatakan, ”Semoga Tuhan datang membantu dunia kita yang terkoyak oleh begitu banyak konflik yang sampai hari ini menodai bumi dengan darah.”

Ia menyampaikan harapannya agar perdamaian sejati hadir di dunia. Paus juga mendorong dilakukan kembali dialog antara orang Israel dan orang Palestina. Pemimpin Gereja Katolik Roma itu memberikan pesan ”Urbi et Orbi” (pada kota dan dunia) serta memberkati puluhan ribu umat di Lapangan Santo Petrus.

Pada akhir khotbah, Paus memberikan ucapan selamat Natal dalam 65 bahasa, antara lain bahasa Turki, Ibrani, Arab, Swahili, Hindi, Urdu, dan China.

Paus memulai perayaan Natal bagi 1,3 miliar umat Katolik Roma di dunia, Sabtu malam lalu, dengan mendesak umat manusia menembus kilauan komersialisme sehingga dapat menemukan makna Natal yang sesungguhnya. ”Natal sekarang menjadi perayaan komersial, yang sinar terangnya menyembunyikan misteri kerendahan hati Tuhan, yang memanggil kita ke kerendahan hati dan kesederhanaan,” kata Paus.

Khidmat

Di Indonesia, perayaan Natal berjalan lancar. Gereja-gereja di sejumlah daerah di Indonesia dipadati oleh umat Kristiani.

Di Gereja Immanuel, Jakarta, Pendeta Matulwapelwa mengajak masyarakat untuk merayakan Natal lebih sederhana, tetapi penuh balutan ”pesta” keimanan. Selama ini, perayaan Natal dinilai menjurus pada pesta materi yang gemerlap.

Dalam homilinya, pastor Gereja Katedral Jakarta, Romo Managamtua Simbolon, mengingatkan umat untuk menjaga esensi semangat Natal, yaitu refleksi iman dan berbuat baik kepada sesama. ”Natal adalah pesta kebersamaan, bukan sendiri-sendiri. Jika merayakan Natal, lihatlah ke sekeliling kita, berbuat sesuatu untuk sesama,” ungkapnya.

Ia juga meminta umat memperkuat iman dan tidak mudah putus asa. ”Di tengah situasi yang kacau dan dunia yang jahat, yaitu kekerasan kian digemari untuk pemecahan masalah, lalu korupsi dan pencemaran lingkungan masih banyak terjadi, kita tak boleh berhenti percaya kepada-Nya,” ungkapnya.

Semarang

Di Semarang, dalam khotbah di Gereja Katedral Semarang, Uskup Agung Semarang Mgr Johanes M Pujasumarta menyampaikan, umat beragama berharap pada 2012 toleransi meningkat dengan dukungan rasa persaudaraan terhadap sesama. Karena itu, diperlukan dialog yang baik dengan umat, sikap toleransi yang saling menghormati dan saling mengasihi.

Sedikitnya 1.000 umat Katolik mengikuti ibadah malam Natal, Sabtu pekan lalu, di Gereja Katedral St Yosef Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Uskup Maumere Monsinyur Kherubim Pareira, Sabtu, dalam khotbahnya meminta umat mengembangkan solidaritas, terutama terhadap mereka yang miskin.

Berdasarkan pantauan di sejumlah gereja di Kota Palu, Sabtu malam dan Minggu, misa Natal berlangsung khidmat. Di sejumlah gereja, seperti Gereja Immanuel, Gereja Tangkasi, Gereja Bala Keselamatan, dan Gereja Jemaat Moria, panitia perayaan Natal memasang tenda dan kursi di halaman gereja untuk menampung jemaat yang tak tertampung di dalam gereja.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, ribuan umat Kristiani mengikuti misa Natal di 133 gereja di Kota Makassar, Sabtu malam dan Minggu pagi, dengan khidmat.

Di Gereja Katedral Makassar, Uskup Agung Mgr John Liku Ada mengangkat tema pembangunan kebersamaan dalam membentuk negara yang lebih baik. Ia menyerukan perdamaian sekaligus menyatakan keprihatinan terhadap beragam konflik yang terjadi akhir-akhir ini.

Sementara itu, Jemaat Gereja Kristen Indonesia Bakal Pos Taman Yasmin, Kota Bogor, Jawa Barat, gagal melaksanakan ibadah Natal di bangunan gereja mereka, Minggu. Sejak pagi, ratusan polisi dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor berjaga di sekitar wilayah gereja, Jalan KH Abdullah bin Nuh.

Jemaat mengalihkan ibadah Natal di rumah anggota jemaat di Perumahan Taman Yasmin.

Presiden

”Presiden mengucapkan selamat Natal kepada seluruh umat Nasrani dan mengapresiasi semua pihak yang membantu pengamanannya,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.

Terkait dengan kasus GKI Yasmin, menurut Julian, Presiden menghormati hukum sehingga melihat amar putusan Mahkamah Agung tentang persoalan di GKI Yasmin harus dilaksanakan.

Misa yang diselenggarakan Sabtu malam berjalan sesuai dengan jadwal di Gereja St Johanes Baptista. Sekitar 2.000 orang beribadah dengan khidmat di tenda di lahan di Perumahan Metro Parung, Desa Waru, Kecamatan Parung, Bogor. (TIm Kompas)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau