Vatican City, Minggu
Sementara itu, di Indonesia, dalam ibadah perayaan Natal, Sabtu malam, yang berlangsung khidmat dan aman, khotbah terutama menyerukan agar semangat Natal membuat manusia lebih peduli kepada sesamanya yang menderita.
Dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus Benediktus XVI dalam bahasa Italia mengatakan, ”Semoga Tuhan datang membantu dunia kita yang terkoyak oleh begitu banyak konflik yang sampai hari ini menodai bumi dengan darah.”
Ia menyampaikan harapannya agar perdamaian sejati hadir di dunia. Paus juga mendorong dilakukan kembali dialog antara orang Israel dan orang Palestina. Pemimpin Gereja Katolik Roma itu memberikan pesan ”Urbi et Orbi” (pada kota dan dunia) serta memberkati puluhan ribu umat di Lapangan Santo Petrus.
Pada akhir khotbah, Paus memberikan ucapan selamat Natal dalam 65 bahasa, antara lain bahasa Turki, Ibrani, Arab, Swahili, Hindi, Urdu, dan China.
Paus memulai perayaan Natal bagi 1,3 miliar umat Katolik Roma di dunia, Sabtu malam lalu, dengan mendesak umat manusia menembus kilauan komersialisme sehingga dapat menemukan makna Natal yang sesungguhnya. ”Natal sekarang menjadi perayaan komersial, yang sinar terangnya menyembunyikan misteri kerendahan hati Tuhan, yang memanggil kita ke kerendahan hati dan kesederhanaan,” kata Paus.
Di Indonesia, perayaan Natal berjalan lancar. Gereja-gereja di sejumlah daerah di Indonesia dipadati oleh umat Kristiani.
Di Gereja Immanuel, Jakarta, Pendeta Matulwapelwa mengajak masyarakat untuk merayakan Natal lebih sederhana, tetapi penuh balutan ”pesta” keimanan. Selama ini, perayaan Natal dinilai menjurus pada pesta materi yang gemerlap.
Dalam homilinya, pastor Gereja Katedral Jakarta, Romo Managamtua Simbolon, mengingatkan umat untuk menjaga esensi semangat Natal, yaitu refleksi iman dan berbuat baik kepada sesama. ”Natal adalah pesta kebersamaan, bukan sendiri-sendiri. Jika merayakan Natal, lihatlah ke sekeliling kita, berbuat sesuatu untuk sesama,” ungkapnya.
Ia juga meminta umat memperkuat iman dan tidak mudah putus asa. ”Di tengah situasi yang kacau dan dunia yang jahat, yaitu kekerasan kian digemari untuk pemecahan masalah, lalu korupsi dan pencemaran lingkungan masih banyak terjadi, kita tak boleh berhenti percaya kepada-Nya,” ungkapnya.
Di Semarang, dalam khotbah di Gereja Katedral Semarang, Uskup Agung Semarang Mgr Johanes M Pujasumarta menyampaikan, umat beragama berharap pada 2012 toleransi meningkat dengan dukungan rasa persaudaraan terhadap sesama. Karena itu, diperlukan dialog yang baik dengan umat, sikap toleransi yang saling menghormati dan saling mengasihi.
Sedikitnya 1.000 umat Katolik mengikuti ibadah malam Natal, Sabtu pekan lalu, di Gereja Katedral St Yosef Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Uskup Maumere Monsinyur Kherubim Pareira, Sabtu, dalam khotbahnya meminta umat mengembangkan solidaritas, terutama terhadap mereka yang miskin.
Berdasarkan pantauan di sejumlah gereja di Kota Palu, Sabtu malam dan Minggu, misa Natal berlangsung khidmat. Di sejumlah gereja, seperti Gereja Immanuel, Gereja Tangkasi, Gereja Bala Keselamatan, dan Gereja Jemaat Moria, panitia perayaan Natal memasang tenda dan kursi di halaman gereja untuk menampung jemaat yang tak tertampung di dalam gereja.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, ribuan umat Kristiani mengikuti misa Natal di 133 gereja di Kota Makassar, Sabtu malam dan Minggu pagi, dengan khidmat.
Di Gereja Katedral Makassar, Uskup Agung Mgr John Liku Ada mengangkat tema pembangunan kebersamaan dalam membentuk negara yang lebih baik. Ia menyerukan perdamaian sekaligus menyatakan keprihatinan terhadap beragam konflik yang terjadi akhir-akhir ini.
Sementara itu, Jemaat Gereja Kristen Indonesia Bakal Pos Taman Yasmin, Kota Bogor, Jawa Barat, gagal melaksanakan ibadah Natal di bangunan gereja mereka, Minggu. Sejak pagi, ratusan polisi dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor berjaga di sekitar wilayah gereja, Jalan KH Abdullah bin Nuh.
Jemaat mengalihkan ibadah Natal di rumah anggota jemaat di Perumahan Taman Yasmin.
”Presiden mengucapkan selamat Natal kepada seluruh umat Nasrani dan mengapresiasi semua pihak yang membantu pengamanannya,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.
Terkait dengan kasus GKI Yasmin, menurut Julian, Presiden menghormati hukum sehingga melihat amar putusan Mahkamah Agung tentang persoalan di GKI Yasmin harus dilaksanakan.
Misa yang diselenggarakan Sabtu malam berjalan sesuai dengan jadwal di Gereja St Johanes Baptista. Sekitar 2.000 orang beribadah dengan khidmat di tenda di lahan di Perumahan Metro Parung, Desa Waru, Kecamatan Parung, Bogor.