BREBES, KOMPAS.com — Warga Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terkena angin puting beliung pada Minggu sore, hingga Senin (26/12/2011), belum bisa beraktivitas normal seperti hari-hari biasa.
Warga masih membenahi dan membersihkan bagian-bagian rumah yang rusak dan kotor akibat hujan. Sebagian warga bahkan terlihat masih trauma sehingga hanya mampu duduk berkumpul bersama anggota keluarga lainnya.
Kartali (70), warga Desa Bulusari, bahkan masih terlihat gemetar, saat menceritakan bencana yang menimpa desanya. Saat itu ia bersama istri, Tari (60), tiga anak, satu menantu, dan satu cucu sedang berada di dalam rumah.
Tiba-tiba, angin kencang mengguncang rumahnya, dan merobohkan bagian samping rumah, serta menerbangkan atap rumah. Kandang berisi empat anak kambing di depan rumahnya juga ikut roboh. "Saya bingung, mau keluar tidak bisa, hanya menggigil di dalam rumah," katanya.
Tari bahkan mengalami luka di bagian kaki akibat tertusuk pecahan kaca. Saat ini, keluarga Kartali hanya pasrah, dan sepenuhnya mengharapkan bantuan dari pemerintah.
Kondisi serupa juga dialami keluarga Robii (50). Dapur rumah keluarga itu ambruk, sementara genting-gentingnya hilang terbawa angin.
Robii dan keluarganya hanya bisa termangu, menyaksikan rumah mereka tidak bisa ditempati lagi. Padahal, jumlah anggota keluarga itu 12 orang, terdiri dari dua keluarga.
"TV juga mati karena kehujanan. Semua berantakan," kata Nurhidayah (22), anak ketiga Robii.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang