Unjuk Rasa di Bundaran HI Berakhir Ricuh

Kompas.com - 26/12/2011, 14:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan seratusan mahasiswa dan pemuda asal Bima di Bundaran HI, Senin (26/12/2011) berakhir ricuh. Kericuhan terjadi ketika massa aksi yang hendak membakar spanduk bertuliskan `Copot Kapolri` dicegah aparat kepolisian. Akibatnya, aksi saling tarik-menarik spanduk antara massa dan aparat kepolisian pun tak terhindarkan.

Para pengunjuk rasa yang mulai melakukan aksinya sejak pukul 11.00, berniat membakar spanduk yang dibawanya. Melihat gelagat itu, aparat kepolisian yang berjaga-jaga mulai mendekati dan mencegah aksi bakar spanduk tersebut.

Aksi saling tarik pun tak terhindarkan. Namun kemudian, aparat kepolisian berhasil merebut spanduk dari massa aksi. Melihat atributnya direbut, para pengunjuk rasa sempat emosi dan meminta polisi mengembalikan spanduk tersebut.

Namun, teriakan dan permintaan pengunjuk rasa tak dihiraukan, dan petugas tetap berlalu mengambil spanduk tersebut. Sebelum aksi tarik menarik terjadi, para pengunjuk rasa juga sempat memblokade ruas jalan di Bundaran HI. Akibatnya, arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin menuju Jalan Jenderal Sudirman sempat mengalami kemacetan karena jalan tertutup total. Tak hanya itu, peserta aksi juga sempat melakukan aksi duduk dan tidur di tengah jalan.

Untuk menghindari kemacetan bertambah parah, aparat kepolisian segera meminta peserta aksi membuka blokade jalan dan memecah konsentrasi massa. Upaya aparat keamanan pun membuahkan hasil hingga akhirnya jalanan kembali terbuka walaupun hanya satu ruas jalan yang dapat dilalui kendaraan.

Tak lama setelah aksi tarik-menarik terjadi, massa aksi pun kemudian membubarkan diri dengan menumpang dua unit bus Kopaja yang telah mereka sewa sebelumnya. Rencananya, mereka akan menuju kantor Komnas HAM yang terletak di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau