JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Tony Apriliani, tak akan menggubris keputusan Komite Etik yang akan memecatnya dari jabatan anggota Exco. Toni bahkan tidak mengakui keberadaan dari Komite Etik yang diketuai oleh Todung Mulya Lubis tersebut.
"Itu haknya mereka (untuk mengeluarkan keputusan), biarin saja. Dari awal sanksi tidak valid, karena Todung membentuk Majelis Etik yang tidak ada di Statuta. Apalagi Todung juga pernah dipecat karena masalah etika," ujar Tony ketika dihubungi wartawan, Senin (26/12/2011).
Ia juga mempertanyakan, dasar yang dijadikan Komite Etik sebagai pertimbangan mereka dalam mengeluarkan keputusan. "Apakah dengan tata cara menulis surat ke FIFA? Itu biar tidak terjadi dualisme. PSSI ketika diminta rapat bersama klub juga tidak digubris," jelas Toni.
"Kedua, pertemuan Pengprov di Surabaya, apakah itu provokasi atau inisiatif dari Exco? Tidak. Saya kesana atas nama ketua Pengprov Jawa Barat dan itu juga diundang. Kenapa? Karena aspirasi Pengprov juga tidak didengar," lanjutnya lagi.
Ancaman pemecatan ini ternyata tak membuat Tony takut. Ia justru akan terus maju untuk membuat PSSI kembali ke jalur yang benar. Salah satu caranya adalah menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). "KPSI sudah mulai bekerja. Kami juga akan kirim surat ke FIFA dan AFC untuk jadi pertimbangan mereka," tutur Tony.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang