Boleh Mengkritik Diri Asal Realistis

Kompas.com - 26/12/2011, 21:17 WIB

KOMPAS.com - Saat menilai diri sendiri, apakah Anda termasuk tipe kritikus yang paling tajam dan jahat? Sikap self-critic bisa bermanfaat namun juga dampak berakibat buruk. Anda perlu segera mengatasinya.

Ketika rekan kerja memberikan ucapan selamat atas promosi yang baru saja Anda terima, Anda justru malah mengatakan kalau sebenarnya usaha yang dilakukan masih jauh dari cukup. Atau, yang paling simpel, ketika bercermin Anda jauh lebih memerhatikan kekurangan yang tampak dan mengabaikan kelebihan yang ada. Misalnya, rambut yang kusam, mata yang sembab, jerawat yang banyak.

Bila pikiran Anda kerap ditumpangi oleh pandangan negatif terhadap diri sendiri, maka tak heran kalau rencana dan keinginan harus berakhir sebatas wacana. Penyebabnya bukanlah orang lain atau alasan eksternal, melainkan pikiran Anda sendiri. Orang lain boleh saja memberi saran. Namun, Anda berpendapat, kritiklah diri sendiri jika ingin maju.

Sebenarnya, self-critic akan bermanfaat apabila Anda juga menghargai keberhasilan yang pernah diraih. "Self-critic akan berakibat buruk dan membuat kita menilai negatif diri sendiri bila dilakukan berlebihan. Yang terbaik adalah bersikap adil terhadap diri sendiri,"jelas Psikolog, Diantini Ida Viatrie, MSi dari Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Seseorang cenderung berfokus pada keburukan atau kelemahan diri, karena tidak ingin dinilai jelek oleh orang lain. Karena itu, ia akan selalu berusaha menemukannya sebelum orang lain mengetahuinya.

"Masalahnya, apakah upaya kita untuk mengatasi hal itu realistis atau malah berlebihan? Jika realistis, kita tentu dapat menerima keburukan sebagai bagian dari diri dan berusaha mengimbangi semampunya. Yang berlebihan adalah jika kita menolak kelemahan ini mati-matian, sehingga malah terlihat konyol," lanjutnya.

Cara mengatasi
"Percayalah pada diri sendiri. Terima kekurangan diri apa adanya, dan temukan kelebihan serta kehebatan kita. Ini akan lebih baik daripada mati-matian menolak keburukan atau kelemahan," saran Diantini.

Menerima diri apa adanya juga termasuk menerima keberhasilan yang diperoleh, bukan lantas malah merendah-rendahkan diri sendiri. Sikap wajar apa adanya ini sebenarnya tidak sulit dilakukan. Jadi, tidak ada gunanya menyabotase diri sendiri dengan menjadi kritikus terlalu tajam dan jahat terhadap diri sendiri.

(Prevention Indonesia/Irene J. Meiske)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau