Futsal

Ketat, Persaingan Indonesia Futsal Open 2011

Kompas.com - 27/12/2011, 04:42 WIB

jakarta, kompas - Turnamen Indonesia Futsal Open 2011 dimulai Senin (26/12). Turnamen akan berlangsung selama empat hari dan diperkirakan terjadi persaingan ketat karena para pemain nasional futsal turun membela tim masing-masing.

Andi Zamzami, Presiden Direktur Difamata Sports, penyelenggara IFO 2011, ditemui di sela-sela pertandingan di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Senin petang, mengatakan, sebanyak 16 tim dari sembilan provinsi ikut ambil bagian dalam turnamen ini.

”Ada beberapa tim yang menjadikan turnamen ini sebagai salah satu ajang penentuan tim yang akan mewakili mereka pada Pekan Olahraga Nasional Riau 2012,” katanya.

Tiga tim peserta turnamen ini, yaitu tim Badan Futsal Daerah Sumatera Utara, tim Riau, dan tim Futsal Sumatera Barat, menjadikan ajang ini sebagai salah satu mekanisme seleksi tim inti bagi tim mereka nantinya.

Menurut rencana, turnamen berakhir pada 31 Desember 2011. Namun, mundurnya beberapa tim akibat permasalahan transportasi dan sponsor di daerah asal membuat laga final dipercepat satu hari, yaitu 30 Desember.

Panitia membagi 16 tim ke dalam empat grup. Masing-masing tim dalam satu grup saling bertemu untuk menentukan posisi pertama dan kedua atau juara dan runner-up grup. Delapan tim yang menduduki posisi pertama dan kedua dalam grup akan bertemu untuk menentukan empat tim yang akan melaju ke semifinal dan dua tim terakhir yang akan melaju ke babak final.

Hari pertama

Pada pertandingan hari pertama tidak ada kejutan yang terjadi. Tim-tim yang diperkuat oleh para pemain nasional tidak menemui kesulitan berarti saat menghadapi tim pesaingnya.

Tim Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II yang diperkuat beberapa pemain nasional tidak menemui kesulitan saat menghadapi tim futsal Jaya Kencana (JK) United pada laga keempat. Tim futsal Pelindo II menang telak 4-0 atas JK United.

Tim Pelindo II, yang merupakan juara Liga Pro Futsal, bermain tidak terlalu ngotot melawan JK United. Dimotori beberapa pemain nasional, seperti Jaelani, Socrates, Hairul, Caisar, dan Indra Kurnia, mereka bermain tenang. Apalagi, tim Pelindo II baru saja pulang bertanding dari turnamen yang sama di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Meski tidak banyak membuang tenaga, Pelindo II berhasil mengalahkan JK United dengan skor telak. Empat gol yang dihasilkan tim ini berasal dari Jaelani (18), Alfiansyah (24), dan dua gol disumbangkan Indra Kurnia (34, 36).

Pada laga hari kedua, Pelindo II akan berhadapan dengan tim Cairo FC yang sebelumnya dikalahkan tim futsal Tax Trisakti 3-0. Keempat tim ini tergabung dalam Grup B.

Pada pertandingan grup lainnya, tim futsal Sumbar mengalahkan tim futsal Riau dengan skor telak 8-2. Tim yang bermaterikan 15 bakal calon pemain tim inti futsal Provinsi Sumbar ini, seperti halnya tim futsal Pelindo II, tidak menemui banyak kesulitan untuk mengalahkan pesaingnya.

Andi mengatakan, untuk tahun ini, hanya tim-tim futsal dalam negeri yang diundang berpartisipasi dalam turnamen ini. Pada penyelenggaraan tahun berikutnya, dia berupaya mengundang negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk berpartisipasi.

”Negara-negara yang secara tradisional unggul dalam sepak bola, futsalnya pasti berkembang. Contohnya Thailand dan Malaysia,” tuturnya. (MHD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau