Nunun Diperiksa KPK Pagi Ini

Kompas.com - 27/12/2011, 06:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Tersangka kasus dugaan suap cek pelawat, Nunun Nurbaeti dijadwalkan menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (27/12/2011) pagi ini. Kepala Rumah Tahanan Pondok Bambu, tempat Nunun ditahan mengatakan bahwa pihaknya menerima surat dari KPK terkait izin pemeriksaan ini, semalam.

"Karutan Pondok Bambu melaporkan kepada saya bahwa pagi ini pukul 6.30 WIB Ibu Nunun Nurbaeti dibon (dipinjam) KPK untuk pemeriksaan, surat bon tersebut diterima Karutan tadi malam, tanggal 26 des 2011 pukul 23.45 WIB," kata Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana kepada Kompas.com, Selasa.

Sementara itu, Kepada Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi Kompas.com secara terpisah membenarkan pemeriksaan terhadap Nunun.

"Iya, yang bersangkutan kita periksa sebagai tersangka dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait pemilihan DGS 2004," kata Priharsa.

Dua hari lalu, (25/12/2011) Nunun dikembalikan ke Rutan Pondok Bambu setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo selama dua hari. Menurut pihak rumah sakit, pemeriksaan Nunun atas dasar permintaan penyidik KPK.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, Nunun menderita vertigo dan tekanan darahnya tiba-tiba naik sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Sejauh ini, KPK belum melakukan pemeriksaan intensif terhadap Nunun.

Wakil Ketua KPK, Zulkarnain sebelumnya mengatakan bahwa sakitnya Nunun ini menjadi kendala KPK dalam menuntaskan kasus dugaan suap cek pelawat. Seperti diketahui, Nunun dianggap sebagai kunci mengungkap pemodal dibalik pemberian 480 lembar cek pelawat ke anggota DPR 1999-2004 itu. Nunun sendiri disangka memberikan suap berupa sejumlah cek pelawat ke anggota DPR 1999-2004 untuk meloloskan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau