Terkait Surat FIFA, PSSI Datangi Sriwijaya FC

Kompas.com - 27/12/2011, 10:46 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Tim rekonsiliasi PSSI menyambangi manajemen Sriwijaya Football Club (SFC) di Palembang, Senin (26/11/2011). Mereka mengantarkan surat tindak lanjut peringatan dari federasi sepak bola dunia (FIFA). Selain mengantarkan surat, tim juga mengajak SFC untuk bertukar pikiran mengenai kisruh dualisme kompetisi.

Tim yang terdiri dari Direktur Legal PSSI R Fananta Rudi, Komite Bidang Strategi Farid Mubarak, dan Komite Media Wariyantoro bertemu dengan perwakilan manajemen SFC, Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin dan Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid. Mereka menggelar pertemuan tertutup di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Fananta mengatakan mereka datang ke Palembang untuk menindaklanjuti surat dari FIFA yang meminta kisruh dualisme kompetisi segera diselesaikan sekaligus bersilaturahim. Namun demikian, Fananta membantah bahwa kedatangan tim bertujuan untuk SFC kembali ke LPI.

"Tujuannya hanya meminta pendapat SFC mengenai konflik dualisme liga ini, sekaligus menanyakan apa maunya SFC dan usulan-usulannya. Kita juga secara bersamaan mengirimkan tim ke beberapa klub LSI lainnya, untuk menemui stakeholder yang ada di Indonesia," ungkapnya.

Hasil pertemuan itu, lanjutnya, akan dilaporkan ke PSSI untuk dibahas sehingga bisa mencari solusi yang terbaik atas konflik yang terjadi dan menciptakan pesepakbolaan Indonesia yang lebih baik.

Sementara itu, Augie membenarkan, pihak PSSI hanya meminta saran-saran dari klub-klub anggota LSI untuk mengatasi konflik yang terjadi.

"Rupanya PSSI hanya meminta saran kita, tidak ada yang lain," katanya.

Dalam kesempatan ini, SFC juga menyampaikan tiga poin permintaan. Pertama, PSSI diharapkan dapat mempertemukan seluruh stakeholder-stakeholder dalam satu forum

Kedua, meminta PSSI menelaah kembali sanksi yang dijatuhkan kepada SFC, karena pada dasarnya SFC sudah punya tim tersendiri dengan manajemen yang berbeda. Ketiga, PSSI diharapkan jangan membuat pernyataan-pernyataan yang menyudutkan klub, pengelola ISL, baik nama dan sifatnya yang bersifat pribadi, karena malah bisa memperkeruh keadaan saja.

Namun, sambil menunggu tanggapan dari PSSI, Augie mengatakan, SFC akan tetap menjalani kompetisi di Indonesia Super League (ISL).

Menanggapi permintaan itu, Fananta Mengaku belum bisa meresponi permintaan SFC itu. Keputusan baru akan diambil setelah dibicarakan dengan pengurus pusat terlebih dulu.

"Mudah-mudahan di awal tahun 2012 sudah bisa dilakukan pertemuan bersama, mengenai kapan waktunya dan dimana, tentu masih akan ditentukan kemudian," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau