Jangan Lakukan Peregangan Sebelum Olahraga

Kompas.com - 27/12/2011, 13:46 WIB

Kompas.com — Melakukan peregangan adalah rutinitas wajib yang banyak dilakukan banyak orang. Padahal, teknik ini sebetulnya kurang tepat. Para pakar kebugaran kini yakin peregangan sebelum olahraga bukan hanya tidak efektif, tetapi juga bisa menyebabkan cedera.

Peregangan ringan, seperti memutar pinggang atau menyentuh jari kaki, ternyata justru bisa menyebabkan otot-otot mengencang. Padahal yang kita perlukan untuk berolahraga adalah otot yang rileks.

Para pakar menyebut peregangan semacam itu seperti memanjangkan karet sampai maksimal. Akibatnya, otot malah tertarik.

"Selama ini kita melakukan peregangan statis pada saat yang tidak tepat," kata Kieran O'Sullivan, pakar olahraga dari University of Limerick, Irlandia, yang telah melakukan penelitian terhadap berbagai jenis peregangan dan dampaknya pada atlet.

Dia menjelaskan, jika kita melakukan peregangan sebelum olahraga,  tubuh akan berpikir hal itu akan menimbulkan risiko tarikan yang berlebihan. Akibatnya, tubuh akan melakukan kompensasi dengan melakukan pemendekan dan menjadi lebih tegang. Ini berarti kita justru tidak bisa fleksibel dalam bergerak sehingga lebih rawan cedera.

Peregangan memang membantu fleksibilitas, tetapi jika dilakukan tidak untuk olahraga, misalnya pada sore hari atau setelah olahraga.  "Sama halnya seperti olahraga angkat beban agar otot kuat. Tentu Anda tak akan melakukannya sebelum olahraga," katanya.

Teori O'Sullivan itu diperkuat dengan beberapa penelitian ilmiah yang menyatakan pemanasan statis sebelum berolahraga justru menyebabkan tubuh menjadi lambat dan lemah.

Karena itu, sebagai pengganti peregangan, para ahli merekomendasikan untuk melakukan pemanasan dengan cara lari santai selama beberapa menit atau melakukan beberapa kali tendangan sebelum bermain bola, atau melakukan servis sebelum main tenis.

Pemanasan ringan itu akan membantu meningkatkan detak jantung dan aliran darah ke otot sehingga temperatur tubuh menghangat. Dengan cara ini, kita bisa mencapai gerakan maksimal tetapi dengan cara terkontrol.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau