Sektor Energi Dominasi Pembiayaan Korporasi Bank Muamalat

Kompas.com - 27/12/2011, 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Korporasi Bank Muamalat, Luluk Mahfudah, mengatakan, pembiayaan di sektor energi mendominasi pembiayan bank syariah ini dalam segmen korporasi. Hingga November 2011 , pembiayaan korporasi hampir mencapai Rp 9 triliun.

"(Pembiayaan) yang paling besar di kita memang energi dan kontraktor minyak dan gas," ujar Luluk di Jakarta, Selasa (27/12/2011). Salah satu yang dibiayai oleh Mualamat adalah pembangunan pembangkit listrik oleh perusahaan yang ditunjuk oleh Perusahaan Listrik Negara. Nilai pembiayaan tersebut lebih dari Rp 2 triliun.

Sektor energi ini akan tetap mendominasi pembiayaan di segmen korporasi pada tahun depan. Dengan memperhitungkan kondisi makro, Muamalat melihat sektor energi akan tetap bertahan di tengah kondisi krisis global di mana sektor ini memiliki kontrak jangka panjang dan tidak kebutuhan mendasar. "Sehingga kita akan coba tetap fokus di sektor tersebut," tambah Luluk.

Secara keseluruhan, pembiayaan ke segmen korporasi pada tahun 2010 mencapai Rp 7,6 triliun. Posisi jelang akhir tahun tercatat sekitar Rp 8,9 triliun. Diharapkan akhir tahun bisa mencapai Rp 9 triliun. "Kita targetkan tumbuh hampir 39 persen menjadi Rp 12, 250 triliun (tahun depan)," ucap Luluk yang juga menyebutkan porsi segmen korporasi mencapai 40 persen dari total pembiayaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau