Busana Muslim Indonesia Makin Memukau

Kompas.com - 28/12/2011, 10:04 WIB

KOMPAS.com - Dunia fashion Indonesia sepanjang 2011, selain banyak diwarnai dengan penggunaan kain-kain tradisional, juga diperkaya dengan aneka model dan gaya busana muslim. Hal ini semakin terlihat dari banyaknya kreasi dan padu padan busana muslim yang indah dan unik.

Perkembangan busana muslim juga dipengaruhi bertumbuhnya kesadaran juga kreativitas perempuan muslimah untuk menggunakan busana muslim, serta tetap tampil modis dan trendi saat mengenakannya. Busana muslim ternyata juga bisa tampil lebih gaya, tidak monoton dan konvensional. Geliat busana muslim semakin mendunia, dengan juga mengikuti tren busana dan warna internasional, namun tetap dikombinasikan dan disesuaikan dengan pakem busana muslim.

Desainer yang fokus merancang dan mengembangkan busana muslim juga semakin bertumbuh. Generasi muda banyak bermunculan, sebut saja Dian pelangi. Sementara desainer ternama Amy Atmanto juga konsisten merancang busana muslim dengan karakter khasnya, kaftan.

Amy, juga Dian bersama desainer lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) di bulan Desember ini memboyong dan memperkenalkan berbagai kreasi busana muslim dari Indonesia dengan kombinasi kain tradisional Indonesia dalam ajang Internasional Fair of Muslim World di Le Bourget Exhibition Center Paris, Perancis.

Tahun ini merupakan tahun pertama dari keikutsertaan Indonesia di ajang ini. Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai tamu kehormatan di ajang ini. Tak ayal, desainer APPMI pun menjadikan momen ini sebagai kesempatan emas untuk mengenalkan kreasi busana muslim Indonesia yang modern namun taat pakem.

"Busana muslim Indonesia sekarang ini sudah pantas bermain di tingkat internasional. Karena sebenarnya desainer Indonesia punya potensi yang tak kalah bagus dibanding desainer luar, Indonesia juga punya bahan baku yang mendukung seperti kain tradisional. Dan ini merupakan salah satu langkah untuk bisa membuat Indonesia jadi pusat mode busana muslim dunia," beber Taruna K Kusmayadi, Ketua umum APPMI beberapa waktu lalu di Jakarta.

Para desainer busana muslim, didukung oleh pemerintah juga digerakkan oleh Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC) memang tengah berupaya keras mencanangkan Indonesia sebagai pusat busana muslim dunia di tahun 2020 mendatang.

Tren busana muslim 2012

Busana muslim modern dengan sentuhan gaya klasik seperti gamis dan dipadu dengan sentuhan gaya modern agar lebih berjiwa muda dan modern nampaknya akan banyak diminati di tahun mendatang.

Rancangan busana muslim membuat pemakainya terlihat lebih stylish, berjiwa muda, serta tampil menurut gaya personalnya yang unik dan berbeda satu dengan lainnya. Bahkan salah satu label busana muslim dan kerudung berbasis di Bintaro, Tangerang, Banten menyediakan sesi konsultasi gaya personal busana muslim. Sasarannya adalah mereka yang sedang mencari gaya personal berbusana muslim sesuai kepribadian.

Selain itu, aksen tumpuk dan tabrak gaya juga masih akan terlihat. Tabrak gaya dan motif dalam busana muslim ini diprediksi masih akan banyak disukai. "Di tahun 2012, dalam busana muslim sendiri diperkirakan akan lebih mengarah ke gaya remix urban, dimana mereka memadukan unsur modern dan tradisional," ungkap Nita Damayanti, direktur PT Trimoda Up2date beberapa waktu lalu di Jakarta.

Berbagai gaya busana muslim, mulai dari gaya feminim, kasual, trendi, glamor dan stylish juga banyak dihadirkan dalam koleksi busana muslim ini. "Di tahun depan, bisnis busana muslim pun juga akan semakin berkembang, karena mengikuti permintaan pasar dimana mereka juga banyak berkreasi dan menciptakan busana muslim yang siluet yang sesuai dengan tubuh si pengguna. Kalau dulu banyak orang beranggapan, busana muslim bikin terlihat gemuk, sekarang sudah tidak lagi tapi bisa tetap gaya dan sesuai dengan nilai Islami," ungkap Aju Isni Karim, pemilik Trimoda Up2date.

Banyaknya kreasi dan padu padan dari motif-motif kain tradisional ini juga akan semakin tren di 2012. "Penggunaan bahan sutra dengan tambahan motif tradisional yang diaplikasikan dengan teknik digital print  akan menjadi tren di 2012, selain juga dikombinasikan dengan kain tradisionalnya sendiri," ungkap Feny Mustafa, desainer dan pendiri Shafira.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau