2011

Kekerasan Fisik Terhadap Jurnalis Meningkat

Kompas.com - 28/12/2011, 13:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI) Indonesia mencatat kasus kekerasan fisik terhadap jurnalis meningkat dari 16 kasus pada 2010 menjadi 19 kasus pada periode 2011. Ketua Umum AJI Eko Maryadi mengatakan kekerasan fisik tersebut didominasi oleh aparat pemerintah, dan kelompok massa.

"Dan kekerasan fisik itu meliputi intimidasi teror, pemukulan, penyerangan, pengeroyokan, pembakaran, sampai pembunuhan terhadap jurnalis," ujar Eko saat menggelar jumpa pers Catatan Akhir Tahun 2011, di Sekretariat AJI, Jakarta, Rabu (28/12/2011).

Dalam catatan AJI, berbagai kekerasan fisik tersebut paling banyak terjadi di sejumlah daerah, yang melibatkan para kontributor media cetak, televisi, maupun elektronik.

Eko menuturkan, sebanyak 12 kasus kekerasan fisik terjadi di daerah, dan empat kekerasan fisik terjadi di Jakarta. "Korban kekerasan fisik terakhir terjadi di Jakarta, yaitu seorang juru kamera stasiun televisi TVOne, ditusuk oleh seorang pemuda bernama Adil Firmansyah yang merangsek masuk ke dalam studio 'Apa Kabar Indonesia Malam' di Wisma Antara, pada 12 Desember kemarin," jelasnya.

Meski demikian, Eko mengungkapkan, total jumlah kekerasan non-fisik maupun fisik menurun, dari total 51 kasus pada 2010, menjadi 49 kasus pada 2011. Namun, meskipun menurun, kata Eko, pemerintah khususnya aparat keamanan harus tetap memperhatikan keselamatan para jurnalis dari berbagai bentuk ancaman tersebut. "Dan kami juga meminta agar masyarakat menghentikan aksi-aksi kekerasan terhadap jurnalis dan pers, dan meminta ketegasan aparat hukum dalam mengusut kasus-kasus kekerasan tersebut," kata Eko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau