Demi Putaw, Dua Pengamen Nekat Curi Motor

Kompas.com - 28/12/2011, 19:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan yang sehari-hari biasa mengamen di terminal Senen, tertangkap warga tengah merampas sepeda motor di bilangan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2011). Motor tersebut rencananya akan dijual untuk beli putaw.

Berdasarkan keterangan pelaku di Polsek Tanah Abang, kejadian bermula saat pelaku bernama Stevie (25), warga Pondok Cabe, Tangsel tengah bersama pacarnya, Ulfi (26), warga Bintaro. "Sekitar pukul 11.15 WIB kita berdua abis ngamen di Kopaja 608 turun di Pejompongan," ujarnya.

Kemudian mereka berjalan hingga tempat kejadian perkara di Jl. Administrasi 1, samping pos RW 7, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ulfa tergiur melihat sebuah motor Honda Legenda dengan nomor polisi B 4968 GP warna hitam terparkir di pinggir jalan dan mengajak Stevie untuk mencuri motor tersebut. "Saya ke motor itu terus taruh tas saya di atas jok, pura-pura memeriksa barang, ternyata setangnya nggak dikunci," kata Steve.

Karena setang tidak dikunci, mereka membawa motor dengan cara dituntun. Namun sayang, baru 50 meter menuntun motor, niat buruk tersebut diketahui warga yang mengetahui bahwa motor itu merupakan milik salah seorang pedagang makanan bernama Mukhlis (45), warga Jl. Petamburan 3 RT 06/04 Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tanpa ampun, warga sekitar langsung "menghakimi" Stevie. Akibatnya, Stevie mengalami luka di bagian wajah dan kepala, sementara Ulfa diamankan oleh warga. Mereka akhirnya digelandang ke Mapolsek Tanah Abang, Jakarta Pusat oleh warga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat dibawa ke ruang tahanan, Ulfa mengaku bahwa rencananya ia akan menjual motor tersebut untuk membeli putaw. "Buat beli putaw," ujarnya singkat. Kedua pelaku hingga pukul 18.00 WIB masih diperiksa oleh petugas dari Polsek Tanah Abang. Akibat aksinya, Stevie dan Ulfa dikenakan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau