NEW YORK, KOMPAS.com — Harga emas berjangka mengalami penurunan dalam lima sesi berturut-turut di Comex, New York, Rabu (28/12/2011) waktu setempat. Ini merupakan penurunan terpanjang sejak Oktober 2009 yang terjadi seiring dengan krisis utang Eropa yang terus mendalam sehingga berdampak pada anjloknya komoditas dan saham.
Harga emas berjangka untuk pengantaran Februari turun 2 persen menjadi 1.564,10 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) pada Rabu pukul 01.47 waktu New York. "Apa yang terjadi di Eropa sangat mengkhawatirkan," ujar James Dailey, yang mengelola 215 juta dollar AS di TEAM Financial Management LLC, Harrisburg, Pennsylvania, melalui pesan elektronik kepada Bloomberg.
Pasalnya, mata uang euro anjlok ke posisi terendah 11 bulan terhadap dollar AS. Turunnya euro karena Bank Sentral Eropa (ECB) memberi pinjaman lebih kepada perbankan Eropa sehingga menyebabkan neracanya mencatat sebuah rekor.
Menurut ECB, bank sentral itu memberikan pinjaman ke perbankan Eropa menjadi 879 miliar euro, atau melonjak 214 miliar euro selama minggu lalu yang berakhir tanggal 23 Desember. Ini dilakukan demi menyokong aliran kredit kepada perekonomian selama berlangsungnya gejolak fiskal.
"Penguatan dollar AS berjalan berlawanan dengan semua komoditas, termasuk emas," tambah Dailey.
Kondisi ini juga membawa indeks Standard Poor's GSCI yang merupakan indeks 24 komoditas bahan mentah dan indeks MSCI World ekuitas bersiap untuk mengalami penurunan terbesar selama dua minggu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang