JAKARTA, KOMPAS.com -- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kamis (29/12/2011), tampaknya kembali bakal tertekan oleh penyelesaian berlarut masalah krisis utang Eropa. Bursa global semalam rontok diikuti pelemahan bursa regional pagi ini.
Pada perdagangan Rabu (28/12/2011), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah cukup tajam 129,94 poin (1,14 persen) ke level 12.151,41. Indeks S &P 500 turun 15,79 poin (1,25 persen) ke level 1.249,64 dan Nasdaq ambles 35,22 poin (1,34 persen) ke level 2.589,98. Pelemahan ini mengikuti turunnya bursa di Eropa sebelumnya.
Kekhawatiran timbulnya masalah baru akibat krisis utang di Eropa seakan tidak memberi pilihan lain ke investor selain menjual portofolio mereka. Selain bermuara di krisis utang, penurunan mata uang euro atas dollar AS dalam 11 bulan terakhir membuat volatilitas perdagangan di pasar modal demikian tinggi.
Investor di bursa kawasan Asia pun tidak mampu menahan tekanan itu. Indeks Nikkei 2 25 turun 0,80 persen dan Kospi melempem 0,40 persen pagi ini.
Kemarin IHSG sudah ditutup turun 20 poin (0,53 persen ) ke level 3,769.21 dengan jumlah transaksi sebanyak 12,3 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp 2,7 triliun. Hanya sektor pertanian, properti, dan perdagangan yang naik nilainya. Asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 61,7 miliar.
Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, kemarin IHSG kembali terkoreksi dan tutup di bawah garis support MA 200-nya. Indikator stochastic membentuk deathcross di area overbought dengan RSI yang bergerak, downtrend.
Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan terkoreksi dan akan bergerak pada range 3728 - 3811.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang