Malam tahun baru

Akses ke Ancol Diberlakukan Satu Arah

Kompas.com - 29/12/2011, 10:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas saat malam pergantian tahun di kawasan Ancol Taman Impian, akan diberlakukan satu arah di Jalan PLTU atau Jalan Ketel, Pademangan, Jakarta Utara. Nantinya, di ruas jalan itu hanya diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Jalan RE Martadinata menuju Tanjung Priok.

Adapun dari arah sebaliknya atau menuju Jalan Lodan tidak dibolehkan melintasi jalan sepanjang 500 meter tersebut. Jalan tersebut merupakan salah satu akses favorit warga menuju kawasan wisata Ancol.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Utara Syamsul Mirwan mengatakan, pemberlakuan satu arah di jalan akses menuju kawasan wisata Ancol saat malam tahun baru itu akan dimulai pada pukul 18.00 sampai pukul 05.00.

"Pengunjung Ancol yang berjalan kaki bisa melewati Jalan PLTU menuju pintu gerbang Carnaval Ancol. Sedangkan untuk kendaraan yang dari Tanjung Priok ke Jalan Lodan tidak boleh melewati Jalan PLTU, tetapi langsung lurus saja ke Jalan RE Martadinata," ujar Syamsul, Rabu (28/12/2011).

Selain itu, dikatakan Mirwan, pihaknya juga menyediakan dua mobil derek yang disiagakan di Perempatan Jembatan Goyang dan Jembatan PLTU.

"Kami juga menyiapkan areal untuk pejalan kaki yang akan menuju Ancol. Areal untuk pejalan kaki yang disiapkan selebar 1 meter dengan dibatasi traffic cone. Jadi jembatan itu dibagi untuk pejalan kaki dan kendaraan juga," kata Mirwan.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara Kompol Tri Suhartanto menambahkan, untuk malam tahun baru, pihaknya mengerahkan sebanyak 86 anggota ditambah 27 anggota dari Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mengurai kemacetan di kawasan Ancol. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai rekayasa.

"Jika lalu lintas saat malam tahun baru lancar, maka kami tidak melakukan penutupan ruas jalan menuju Ancol. Namun, jika terjadi kemacetan, kami sudah menyiapkan beberapa rekayasa lalu lintas," kata Tri.

Untuk lokasi pengalihan arus lalu di akses menuju Ancol antara lain dilakukan di Jalan Baru Ancol Selatan (pertigaan Jalan RE Martadinata dan Jalan Danau Sunter Barat), Jembatan Goyang (Jalan RE Martadinata), lampu merah Bintang Mas (depan Hailai, Jalan RE Martadinata), lampu merah Manggadua (depan WTC Mangga Dua, Jalan Raya Gunung Sahari), perempatan Jalan Lodan (depan Hotel Alexis), dan lampu merah Pasir Putih (pertigaan Jalan Lodan Raya dan Jalan RE Martadinata).

Sementara untuk arus balik dari Ancol Taman Impian diperkirakan terjadi mulai pukul 00.05. Pihaknya akan berkonsentrasi mengatur seluruh kendaraan yang keluar melalui pintu Carnaval, pintu utama Ancol Timur, pintu Marina, dan Jembatan Goyang.

"Untuk seluruh kendaraan yang keluar dari pintu Carnaval, kendaraan akan dialihkan melalui Jalan PLTU-Jembatan PLTU-Jalan RE Martadinata-Tanjungpriok, atau Jalan Baru Ancol," ungkapnya.

Untuk kendaraan yang keluar dari pintu Ancol Timur akan diarahkan melalui Jalan Pantai Kuta 5- Jalan Pasir Putih 3-Jalan Pasir Putih Raya-lampu merah Pasir Putih-Jalan RE Martadinata arah Tanjung Priok, atau masuk ke Tol Ancol Timur.

Untuk kendaraan yang keluar dari pintu dekat Jembatan Goyang akan diarahkan ke fly over Jembatan Goyang-Jalan Benyamin Suaeb-Jalan Danau Sunter Utara-Jalan Yos Sudarso. Adapun untuk kendaraan yang keluar dari Marina akan diarahkan ke Jalan Karang Bolong Raya-lampu merah Kampung Bandan-Jalan Kampung Bandan-Kota, atau diarahkan ke Jalan Pelabuhan-Jalan Lodan- Jalan RE Martadinata-Tanjung Priok.

"Untuk truk dan kontainer juga menjadi perhatian kami," kata Tri.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau