Insiden bima

PDI-P Desak Kapolda NTB Dicopot Sebelum 2012

Kompas.com - 29/12/2011, 15:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendesak agar Kepala Polda Nusa Tenggara Barat Brigjen (Pol) Arif Wahyunandi dan Kepala Polres Bima AKBP Kumbul KS dicopot dari jabatannya sebelum pergantian tahun 2012. Hal itu dikatakan Ketua DPP Bidang Hukum PDI-P Trimedya Panjaitan di Ruang Fraksi PDI-P di Komplek DPR, kamis ( 29/12/2011 ), seusai menerima pengaduan para warga Bima, NTB, dan para aktivis.

Mereka mengadukan tindakan kekerasan oleh Kepolisian ketika membubarkan paksa aksi unjuk rasa di Pelabuhan Sape, NTB, akhir pekan lalu, yang menewaskan tiga orang. Polri menyebut hanya dua orang yang tewas.

"Jika ada itikad dari Polri untuk memberikan hukuman terhadap jajaran yang tidak bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, seharusnya Kapolri sudah copot Kapolda dan Kapolres sebelum habis tahun ini," kata Trimedya.

Setelah Kapolda dan Kapolres dicopot, lanjut Trimedya, PDI-P akan mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memecat Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo lantaran telah gagal memimpin 430 ribu anggota kepolisian selama 1,5 tahun menjabat.

Trimedya mengatakan, jika melihat rentetan kerusuhan atau bentrokan di berbagai daerah, Polri tidak bisa menjalankan tugas utamanya yakni mengayomi masyarakat. Jika kepemimpinan Polri tidak diubah, kata Trimedya, dikhawatirkan akan terus terjadi instabilitas di daerah akibat tidak profesionalnya Polri dalam melindungi masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Ahmad Basara menambahkan, "Kami Faksi PDI-P tidak habis pikir Kapolri tidak memiliki sense of crisis. Ketika peristiwa Mesuji yang baru jadi perbincangan hangat, terjadi hal serupa kekerasan polisi terhadap masyarakat di Bima. Kami mendesak kepada Presiden untuk mencopot Kapolri."

Seperti diberitakan, hasil investigasi internal sementara, Polri memastikan ada pelanggaran yang dilakukan anggota. Hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan para anggota oleh Itwarsum Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau