CILACAP, KOMPAS.com - Total kapasitas produksi bahan bakar minyak nasional belum dapat memenuhi kebutuhan nasional. Untuk itu hingga saat ini Indonesia masih mengimpor BBM.
Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina Mochamad Harun, menyampaikan hal itu, Kamis (29/12), di Jakarta.
Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menyatakan hingga saat ini Pertamina masih mengimpor BBM. Saat ini volume impor premium 12 juta kilo liter dan solar 3 juta kl. Volume impor BBM ini akan meningkat sejalan dengan peningkatan laju konsumsi BBM.
Adapun total kapasitas produksi BBM 41 juta kilo liter per tahun. Sementara kebutuhan nasional saat ini mencapai 56 juta kl per tahun dan terus meningkat dengan laju konsumsi rata-rata 4 persen per tahun.
Dengan tingkat kebutuhan nasional itu, produksi premium dari kilang Pertamina hanya dapat memenuhi kebutuhan premium 52 persen, produk solar 86 persen dan avtur dapat terpenuhi 100 persen.
"Untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional, sangat sulit bagi kilang-kilang Pertamina yang rata-rata dibangun tahun 1970 sampai 1980-an untuk memenuhi konsumsi BBM nasional yang terus meningkat," kata Karen.
Di sisi lain, untuk dapat membangun kilang baru dalam waktu dekat, masih menemui kendala. Karena tingkat margin rendah, pembangunan kilang baru harus terintegrasi dengan Petrokimia dan investor butuh insentif karena nilai investasi amat besar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang